Ilustrasi hewan ternak (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Joko menambahkan ternak yang akan menjadi hewan kurban harus memiliki Surat Ketarangan Kesehatan Hewan atau SKKH, karena sebagian besar hewan kurban berasal dari luar Bantul. Salah satunya memantau penyakit anthrax.
"Petugas kesehatan hewan nantinya juga akan memantau kesehatan hewan kurban di kandang-kandang milik pedagang hewan kurban untuk memastikan hewan kurban sehat," ungkapnya.
Joko memprediksi jumlah hewan kurban jenis sapi tahun ini angkanya meningkat dibandingkan tahun 2020 yang lalu. Hal ini dipantau dari sejumlah pedagang hewan kurban khususnya sap sudah laku di atas 75 persen.
"Tahun 2020 untuk sapi lebih dari 6 ribu, untuk kamping dan domba hampir 16 ribu dengan jumlah titik pemotongan hampir 2.200 titik. Mungkin tahun ini untuk domba atau kambing akan turun namun untuk sapi lebih meningkat," terangnya.