Antusiasme Membeludak, Edutrain KAI Bandara di Jogja Capai 61 Ribu Peserta

- Yogyakarta mencatat 61.852 peserta program Edutrain KAI Bandara hingga Juni 2026, setara 64 persen dari total peserta nasional.
- Direktur Utama KAI Bandara menilai tingginya partisipasi di Yogyakarta dipengaruhi budaya pendidikan kuat dan semangat mengenal transportasi publik.
- KAI Bandara berencana memperluas layanan ke Sumatera Utara serta menggandeng sekolah dan komunitas untuk memperluas jangkauan edukasi transportasi publik.
Yogyakarta, IDN Times – Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah peserta program Edutrain KAI Bandara terbanyak hingga Juni 2026. Sebanyak 61.852 orang telah mengikuti program edukasi transportasi publik tersebut, atau sekitar 64 persen dari total 96.389 peserta di seluruh area operasional KAI Bandara.
Program Edutrain merupakan kegiatan edukasi yang mengajak pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian. Peserta mendapat pemahaman mengenai operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga pentingnya menggunakan transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan.
Yogyakarta dinilai punya budaya pendidikan yang kuat
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat Yogyakarta tidak terlepas dari kuatnya budaya pendidikan di Kota Pelajar.
"Yogyakarta memiliki budaya pendidikan yang sangat kuat. Karena itu, kami melihat program Edutrain sebagai sarana yang efektif untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang telah mengikuti program tersebut sepanjang tahun ini. "Kami mengapresiasi partisipasi 61.852 peserta yang telah mengikuti program ini sepanjang tahun 2026," katanya.
Edukasi dinilai penting membangun budaya naik transportasi publik

Porwanto menilai edukasi menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem transportasi publik yang modern dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menggunakan moda transportasi berbasis rel.
"Melalui pemahaman yang baik mengenai manfaat transportasi berbasis rel, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian," ujarnya.
Keberhasilan program Edutrain di Yogyakarta, menurut dia, juga menjadi motivasi bagi KAI Bandara untuk memperluas manfaat edukasi ke lebih banyak kalangan.
KAI Bandara perluas layanan dan kolaborasi
Selain meningkatkan kualitas layanan yang ada, KAI Bandara juga tengah mengembangkan layanan transportasi perkeretaapian di Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.
KAI Bandara juga akan terus menggandeng sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan program Edutrain pada masa mendatang.
Di sisi lain, perusahaan mengimbau penumpang untuk tetap menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan petugas, KAI Bandara telah menyediakan layanan lost and found.
Penumpang juga disarankan datang lebih awal ke bandara, yakni tiga jam sebelum keberangkatan internasional dan dua jam sebelum keberangkatan domestik. Informasi jadwal, tarif, dan pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi PT Railink maupun akun media sosial KAI Bandara.

















