Baliho 'Anies Baswedan For Presiden 2024' di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Anies menambahkan, dirinya akan mengedepankan cara-cara dialog dalam kampanye Pilpres. Siapa pun, menurutnya, boleh bertanya apa saja kepada dirinya untuk membuat masyarakat merasakan pemilu dan pilpres yang berkualitas.
"Berdialog apa saja, boleh ditanya apa saja. Dari isu yang paling banyak dibicarakan hingga paling sensitif dibicarakan. Karena saya ingin merasakan rakyat Indonesia merasakan pemilu yang berkualitas, merasakan Pilpres tentang gagasan," papar Anies.
Dia berpendapat, dialog lebih baik ketimbang kampanye memakai baliho atau spanduk. Melalui cara berdialog, seorang kepala negara bisa membuat kebijakan berdasarkan aspirasi masyarakat.
"Dan keputusan itu harus mengandalkan pada ideologi. Keputusan itu harus mengandalkan gagasan, pengalaman, prinsip. Nah Itu semua terlihat kalau dialog. Tapi kalau pasang baliho nggak terlihat itu, kalau pasang poster nggak terlihat. Saya ingin menghormati rakyat dengan memilih untuk dialog," tandasnya.