Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anies Baswedan Kampanye di Live TikTok: Utamakan Dialog, Bukan Baliho
Anies Baswedan Kampanye di Live TikTok: Utamakan Dialog, Bukan Baliho (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Yogyakarta, IDN Times - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan dirinya akan melanjutkan kampanye Pilpres 2024 lewat fitur siaran langsung (live) di media sosial TikTok.

"Saya rasa saya akan teruskan itu," kata Anies di Legend Cafe, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12/2023).

 

 

1. Mengaku sempat bingung

Anies Baswedan Kampanye di Live TikTok: Utamakan Dialog, Bukan Baliho (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

 

Anies mengungkap dirinya sempat bingung saat pertama kali menjajal kampanye di TikTok, lantaran memulai kampanye cara ini tanpa persiapan dan pendampingan siapapun.

"Saya ketika memulai itu, apa ya mulai biasa aja. Saya juga sendirian itu mulainya nggak ada yang menemani sama sekali. Malah saya sempat kebingungan ketika di ujung," beber Anies.

2. Viewer mencapai ratusan ribu

Anies Baswedan Kampanye di Live TikTok: Utamakan Dialog, Bukan Baliho (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Kampanye Anies di TikTok dilakukan di sela perjalanannya dalam mobil dan kereta api. Dalam momen itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu beberapa kali berinteraksi dengan warganet menjawab pertanyaan seputar skripsi hingga kehidupan anak muda. Kampanye Anies di TikTok ini dibanjiri penonton. "Viewernya sudah ratusan ribu," ujarnya. 

Di mata Anies, konsep kampanye seperti ini lebih santai dan tidak serius seperti acara diskusi. "Ya ngobrol saja," ucap dia.

 

3. Utamakan dialog bukan baliho

Baliho 'Anies Baswedan For Presiden 2024' di Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Anies menambahkan, dirinya akan mengedepankan cara-cara dialog dalam kampanye Pilpres. Siapa pun, menurutnya, boleh bertanya apa saja kepada dirinya untuk membuat masyarakat merasakan pemilu dan pilpres yang berkualitas.

"Berdialog apa saja, boleh ditanya apa saja. Dari isu yang paling banyak dibicarakan hingga paling sensitif dibicarakan. Karena saya ingin merasakan rakyat Indonesia merasakan pemilu yang berkualitas, merasakan Pilpres tentang gagasan," papar Anies.

Dia berpendapat, dialog lebih baik ketimbang kampanye memakai baliho atau spanduk. Melalui cara berdialog, seorang kepala negara bisa membuat kebijakan berdasarkan aspirasi masyarakat.

"Dan keputusan itu harus mengandalkan pada ideologi. Keputusan itu harus mengandalkan gagasan, pengalaman, prinsip. Nah Itu semua terlihat kalau dialog. Tapi kalau pasang baliho nggak terlihat itu, kalau pasang poster nggak terlihat. Saya ingin menghormati rakyat dengan memilih untuk dialog," tandasnya.

Editorial Team

Related Article