TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pantau Wisatawan di Malioboro, Pemkot Siapkan Aplikasi Sugeng Rawuh   

Sugeng Rawuh dapat pantau jumlah wisatawan di Malioboro

Ilustrasi wisatawan memadati kawasan Malioboro, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Kota Yogyakarta, IDN Times - Sebuah aplikasi baru disiapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk wisatawan. Sugeng Rawuh merupakan aplikasi wajib untuk berkunjung ke kawasan Malioboro.

"Sugeng Rawuh ini sebenarnya pengembangan dari aplikasi yang sudah ada yaitu Sowan Jogja. Ada perbaikan nama dan nantinya diharapkan bisa terhubung dengan PeduliLindungi," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto, Selasa (26/10/2021). 

 

 

 

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Tes COVID Acak Tiap Akhir Pekan di Malioboro 

Baca Juga: Kesulitan Peroleh CHSE, Malioboro Belum Dapat Code PeduliLindungi  

1. Sugeng Rawuh terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi

Ilustrasi aplikasi-aplikasi mobile. (Pixabay.com/JESHOOTS-com)

Saat ini UPT Kawasan Cagar Budaya sedang berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk merealisasikan rencana tersebut. Jika aplikasi tersebut sudah terhubung dengan PeduliLindungi, maka wisatawan tidak perlu lagi direpotkan untuk membuka banyak aplikasi saat berada di kawasan Malioboro.

"Cukup dengan satu aplikasi tetapi sudah bisa terhubung semuanya. Pengaturan arus masuk dan pembatasan wisatawan bisa dilakukan," kata Ekwanto dikutip Antara. 

2. Sugeng Rawuh dapat pantau jumlah wisatawan di Malioboro

unsplash.com/@leknikto

Dengan memakai aplikasi ini, bisa diketahui secara otomatis jumlah wisatawan yang berada di kawasan Malioboro, sehingga pengaturan bisa dilakukan lebih baik. Pengaturan dan pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke Malioboro tidak bisa dilakukan dengan mudah, sebab kawasan ini memiliki banyak pintu masuk dan tidak ada sistem tiket masuk layaknya sebuah destinasi wisata.

"Ada 17 pintu masuk ke Malioboro jadi sangat sulit untuk menjaga atau mengatur arus masuk wisatawan. Makanya dibutuhkan sistem yang terkoneksi dan bisa diakses dengan mudah," katanya

Berita Terkini Lainnya