TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Awas Leptospirosis, 6 Warga Bantul Meninggal pada Awal 2023

Tahun 2022 ada 4 warga meninggal akibat leptospirosis

ilustrasi tikus (pixabay.com/ivabalk)

Bantul, IDN Times - ‎Penyakit leptospirosis masih menjadi ancaman. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencatat sejak Januari hingga pertengahan bulan Februari 2023, ada enam warga Bantul yang meninggal dunia akibat leptospirosis.

Baca Juga: Waspadai Leptospirosis, Hati-hati saat Berada di Genangan Air Kotor 

1. Ada 37 kasus leptospirosis hingga pertengahan bulan Februari

Kepala Seski Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, dr. Abednego Dani Nugroho.(Daruwaskita/Daruwaskita)

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, dr. Abednego Dani Nugroho, menjelaskan selama periode bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari 2023 terdapat 37 kasus leptospirosis di Kabupaten Bantul. Ia merinci, pada bulan Januari ada 29 kasus dan pada bulan Februari hingga tanggal 20 terdapat 8 kasus leptospirosis.

"Dari jumlah 37 kasus tersebut enam pasien meninggal dunia," katanya, Rabu (22/2/2023).

2. Kasus tertinggi ada di Kapanewon Kasihan‎

medicalnewstoday.com

Untuk penyebaran kasus tertinggi, lanjut Abednego, berada di Kapanewon Kasihan sebanyak 8 kasus, Pandak 6 kasus, Bambanglipuro dan Bantul masing-masing 4 kasus. Sisanya di kapanewon lainnya sebanyak 1 kasus.

"Kasus leptospirosis terbanyak terjadi di Kapanewon Kasihan," ungkapnya.

Kasus kematian akibat leptospirosis kata Abed pada tahun 2023 cukup tinggi mengingat pada tahun 2022 terdapat 137 kasus namun pasien yang meninggal dunia hanya empat pasien.

"Baru awal tahun saja sudah enam pasien meninggal ini cukup tinggi," katanya.

Baca Juga: Terkena Leptospirosis, 2 Orang di Kota Yogyakarta Meninggal Dunia

Berita Terkini Lainnya