Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aliansi Rakyat Jogja Bersatu Gergaji Kursi di Gedung DPRD DIY

Aliansi Rakyat Jogja Bersatu Gergaji Kursi di Gedung DPRD DIY
Aliansi Rakyat Jogja Bersatu gelar aksi menggergaji kursi di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jogja Bersatu menggelar aksi menggergaji kursi di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). Aksi ini sebagai simbol memotong kekuasaan yang amburadul.

"Ini kami memotong kekuasaan, meruntuhkan yang selama ini amburadul, ambyar sekali. Jokowi (Presiden Joko Widodo) sebagai presiden tidak lagi sebagai presiden rakyat," ujar Koordinator Aliansi Rakyat Jogja Bersatu, Stevie S Wibowo.

1. Dukung hak angket hingga pemakzulan Jokowi

Aliansi Rakyat Jogja Bersatu gelar aksi menggergaji kursi di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Aliansi Rakyat Jogja Bersatu gelar aksi menggergaji kursi di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Stevie mengungkapkan Aliansi Rakyat Jogja Bersatu mendukung digulirkannya hak angket di DPR RI. Aksi ini sebagai upaya menyuarakan hati rakyat Jogja. "Kami merasa tersakiti, kami Aliansi Rakyat Jogja Bersatu mengungkapkan kekesalan dengan cara damai. Semoga ini tersampaikan ke Jakarta (dukungan hak angket)," ujar Stevie.

Selain mendukung digulirkannya hak angket, massa aksi juga menuntut untuk membongkar kecurangan Pemilu, mendesak pengusutan politisasi bansos, serta mendorong pemakzulan Jokowi selaku Presdien. "Pemakzulan ini kita lihat karena dari cawe-cawe Jokowi terhadap Pilpres, ada kepentingan pribadi," ujar Stevie.

2. Sejumlah partai di DPRD DIY dukung hak angket

Aksi Aliansi Rakyat Jogja Bersatu di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Aksi Aliansi Rakyat Jogja Bersatu di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Salah satu anggota DPRD DIY yang merupakan Pimpinan Fraksi PDIP, Nuryadi menyampaikan dukungan atas hak angket di DPR RI. Ia menyebut akan menyampaikan pesan dari masyarakat Jogja ke Senayan.

"Hak angket ini kewenangan DPR RI, tapi kami sebagai orang lapangan yang di bawah sebagai wakil penyelenggara negara, saya pasti (menyampaikan). Saya terpaksa buka, partai saya paling getol hak angket," ujar Nuryadi.

Dalam dukungan terhadap hak angket itu tidak hanya ditandatangani oleh Nuryadi sebagai perwakilan dari PDIP di DIY, anggota DPRD DIY dari NasDem dan PPP, melakukan hal yang sama. 

3. Minta ikut kumpulkan bukti pelanggaran Pemilu

Aksi Aliansi Rakyat Jogja Bersatu di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Aksi Aliansi Rakyat Jogja Bersatu di depan DPRD DIY, Selasa (5/3/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Nuryadi meminta proses Pemilu ini harus dilihat lagi, dan meminta massa aksi ikut mencari bukti pelanggaran proses Pemilu. Diharapkan akan memudahkan proses hak angket di DPR RI.

Nuryadi mengapresiasi massa aksi yang menyampaikan suaranya dengan damai. "Tadi sebagai simbol, bagaimana kursi itu digergaji, bahwa itu simbol penguasa. Tidak mudah gergaji kursi tadi, tapi setelah bersama-sama rakyat menyatu, bobol itu," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Herlambang Jati Kusumo
EditorHerlambang Jati Kusumo

Latest News Jogja

See More

Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Klaim Penanganan Sesuai SOP

12 Jun 2026, 17:15 WIBNews