Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agus Suparmanto Kembali Pimpin PB IKASI, Fokus Dongkrak Prestasi
Ketua Umum PB IKASI periode 2026-2029, Agus Suparmanto (tengah). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

  • Agus Suparmanto kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB IKASI periode 2026–2029 dan menegaskan fokus pada peningkatan prestasi atlet serta penguatan karakter tangkas dan sportif.
  • PB IKASI berencana mengembangkan industri anggar nasional melalui penyediaan perlengkapan, pelatihan pelatih profesional, serta kerja sama luar negeri untuk memperluas pembinaan di berbagai daerah.
  • Pengurus PB IKASI menargetkan peningkatan popularitas anggar di kalangan generasi muda agar ekosistem olahraga ini tumbuh, menarik lebih banyak atlet baru, dan memperkuat prestasi Indonesia di ajang internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – Musyawarah Nasional Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) 2026 kembali menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PB IKASI periode 2026-2029. Pada masa kepengurusan barunya, Agus menegaskan akan memprioritaskan peningkatan prestasi atlet serta pengembangan industri anggar di Indonesia.

Munas PB IKASI 2026 mengangkat tema “Bersama Membangun Olahraga Anggar Indonesia untuk Melahirkan Atlet Berprestasi dan Mengembangkan Karakter yang Tangkas, Kecerdasan Strategi, serta Sportivitas”. Kegiatan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).

1. Prestasi atlet jadi prioritas

ilustrasi teknik dasar hormat dalam olahraga anggar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Agus mengatakan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya menjadi acuan dalam menyusun program kerja periode mendatang. Salah satu fokusnya ialah mengembalikan prestasi anggar Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Untuk periode ini saya akan meningkatkan prestasi atlet, terutama dalam mengembangkan karakter yang tangkas, berkarakter baik, serta sportif,” ujarnya.

Menurut Agus, pembinaan atlet juga akan diperkuat melalui peningkatan kualitas dan jumlah pelatih. Meski minat masyarakat terhadap olahraga anggar mulai meningkat, pengembangan cabang olahraga ini masih terkendala keterbatasan pelatih profesional.

“Banyak yang ingin menjadi atlet anggar. Karena itu pembinaan pelatih harus ditingkatkan. Dengan bertambahnya pelatih, peminat anggar akan meningkat dan akan muncul atlet-atlet baru yang potensial,” katanya.

2. Bangun industri anggar nasional dan perluas pembinaan di daerah

ilustrasi teknik dasar langkah dalam olahraga anggar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Selain pembinaan atlet, Agus juga berencana mengembangkan industri anggar sebagai bagian dari ekosistem olahraga tersebut. Menurutnya, pertumbuhan industri akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah kompetisi dan kualitas atlet.

Ia menjelaskan industri anggar dapat berkembang melalui penyediaan perlengkapan olahraga, pakaian, hingga peralatan pertandingan yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat.

“Semakin banyak peminat anggar, maka supply chain peralatan anggar juga akan berkembang. Saat ini masih sulit menemukan perlengkapan anggar di toko olahraga. Ini peluang besar yang harus dikembangkan,” ujarnya.

Agus menilai daerah memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Namun, masih diperlukan sosialisasi dan distribusi pengetahuan mengenai olahraga anggar secara lebih merata.

Ia berharap mantan atlet nasional dapat berperan sebagai pelatih dan mentor untuk mempercepat pembinaan di berbagai daerah. “Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang,” katanya.

Agus mengakui salah satu tantangan terbesar pengembangan anggar nasional adalah minimnya pelatih profesional. Untuk mengatasi hal itu, PB IKASI akan memperluas kerja sama dengan negara lain. “Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan,” ujarnya.

3. Popularitas anggar perlu ditingkatkan

ilustrasi teknik dasar serang dalam olahraga anggar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, mengatakan seluruh pengurus siap mendukung program ketua umum untuk meningkatkan prestasi atlet dan memperkuat industri anggar. Menurutnya, peningkatan popularitas anggar menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak generasi muda menekuni cabang olahraga tersebut.

“Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru,” ujarnya.

Hekal berharap berbagai persoalan organisasi yang sempat menghambat perkembangan anggar dapat diselesaikan pada periode kepengurusan baru. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Wakil Ketua I PB IKASI, M. Nasir, menilai Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan atlet anggar di daerah. Menurut dia, Aceh menjadi juara umum cabang anggar pada PON terakhir dan memiliki ekosistem pembinaan yang kuat.

Nasir mengatakan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah menjalankan pembinaan anggar. Bahkan setelah PON, Aceh memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari digunakan atlet muda untuk berlatih.

“Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru PB IKASI dapat menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet hasil pembinaan daerah memperoleh kesempatan tampil di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. “Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama,” ujar Nasir.

Editorial Team

Related Article