ilustrasi teknik dasar serang dalam olahraga anggar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, mengatakan seluruh pengurus siap mendukung program ketua umum untuk meningkatkan prestasi atlet dan memperkuat industri anggar. Menurutnya, peningkatan popularitas anggar menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak generasi muda menekuni cabang olahraga tersebut.
“Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru,” ujarnya.
Hekal berharap berbagai persoalan organisasi yang sempat menghambat perkembangan anggar dapat diselesaikan pada periode kepengurusan baru. Dengan demikian, pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua I PB IKASI, M. Nasir, menilai Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan atlet anggar di daerah. Menurut dia, Aceh menjadi juara umum cabang anggar pada PON terakhir dan memiliki ekosistem pembinaan yang kuat.
Nasir mengatakan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah menjalankan pembinaan anggar. Bahkan setelah PON, Aceh memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari digunakan atlet muda untuk berlatih.
“Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru PB IKASI dapat menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet hasil pembinaan daerah memperoleh kesempatan tampil di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. “Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama,” ujar Nasir.