8 Ribu Masjid terafiliasi NU di DIY Mulai Tarawih Malam Ini

- Ada 8.264 masjid NU di DIY yang akan melaksanakan Tarawih malam ini
- Lokasi tersebar di 5 kabupaten/kota, dengan 2.611 masjid berstatus binaan
- Ada sekitar 1300 masjid Muhammadiyah yang melaksanakan Tarawih sesuai Muhammadiyah
Yogyakarta, IDN Times - Sebanyak 8 ribu lebih masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terafiliasi Nahdlatul Ulama (NU) akan melaksanakan ibadah salat Tarawih, Rabu (18/2/2026) malam ini.
"Total ada 8.264 masjid NU di DIY yang akan melaksanakan Tarawih malam ini," kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Ahmad Zuhdi Muhdlor, Rabu (18/2/2026).
1. Lokasi 8 ribu masjid, tersebar di 5 kabupaten/kota

Ahmad menuturkan, PBNU menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026 seperti halnya Pemerintah RI. Oleh karenanya, ibadah tarawih perdana akan dilakukan malam ini.
"Jumlah masjid (8.264) itu berdasarkan data pendataan terakhir di tahun 2024," kata Ahmad.
Adapun 8.264 masjid NU itu lokasinya tersebar di 5 kabupaten/kota se-DIY. Rinciannya, Kota Yogyakarta 528 masjid; Kabupaten Sleman 2.469 masjid; Bantul 2.115 masjid; Gunungkidul 2.025 masjid; dan Kulon Progo 1.127 masjid.
Dari jumlah sebanyak itu, Ahmad bilang, 2.611 masjid di antaranya berstatus binaan, mulai dari PWNU, PCNU hingga pengurus ranting.
"Yang binaan itu yang secara formal masuk dalam binaan pengurus sampai tingkat ranting. Yang lain yang berafiliasi dengan NU tetap dibina secara kultural oleh masyarakat atau warga NU setempat," imbuhnya.
2. Ratusan masjid Muhammadiyah tarawih kemarin

Terpisah, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Yayan Suryana, organisasinya telah menentukan awal Ramadan jatuh pada hari ini, Rabu (18/2/2026).
Menurut dia, sekarang ini terdata sebanyak 597 masjid dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM). Namun demikian, ia meyakini ada lebih banyak masjid yang melaksanakan Ibadah Tarawih, Selasa (17/2/2026) malam.
"Mengenai masjid mana saja di DIY yang melaksanakan shalat Tarawih sesuai Muhammadiyah pada ramadan tahun ini, mencapai kurang lebih 1300an masjid. Sebab di Yogyakarta banyak masjid yang nadzirnya bukan Muhammadiyah, tetapi praktik keagamaan menyesuaikan dengan cara dan praktik keagamaan Muhammadiyah," paparnya.
3. Perbedaan metode dan awal puasa tak semestinya jadi sumber perpecahan

Lebih jauh, Yayan juga mengungkapkan pandangan atas perbedaan penetapan awal puasa tahun ini. Kata dia, secara umum PWM DIY mengikuti garis kebijakan PP Muhammadiyah dan memandang perbedaan penetapan awal Ramadan sebagai bagian dari wilayah ijtihadiyah yang sah dalam tradisi fikih Islam.
"Perbedaan metode antara hisab dan rukyat atau antara kriteria nasional dan global tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan dipahami sebagai dinamika metodologis dalam upaya mencari ketepatan waktu ibadah," pungkasnya.


















