Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jurus Praktis Halau Debu di Kos Saat Musim Kemarau
ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/SHVETS production)
  • BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Yogyakarta terjadi pada Agustus 2026, dengan periode Juli–September menjadi masa paling rawan kekeringan.
  • Udara kering dan minim hujan membuat debu mudah beterbangan, mengganggu kenyamanan serta kesehatan penghuni kos terutama yang sensitif terhadap alergi atau pernapasan.
  • Lima tips praktis ditawarkan untuk mengurangi debu di kamar kos, mulai dari menutup celah ventilasi hingga mencuci sprei dan menyimpan barang dalam wadah tertutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim kemarau di Yogyakarta tahun ini diprediksi bakal lebih terasa. Berdasarkan prakiraan BMKG, seluruh delapan Zona Musim di Daerah Istimewa Yogyakarta bakal mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026, dengan periode Juli hingga September menjadi masa paling rawan kekeringan.

Dampaknya bukan cuma dirasakan petani atau warga yang bergantung pada air tanah. Anak kos di Jogja pun kena getahnya, salah satu yang paling menyebalkan adalah debu yang seolah gak ada habisnya. Baru dipel pagi, sore sudah berdebu lagi. Baru dilap, besoknya berdebu lagi. Kondisi ini wajar terjadi karena udara kering dan minim hujan membuat partikel debu lebih mudah beterbangan dan menempel di mana saja, termasuk kamar kos yang biasanya berukuran mungil dan ventilasinya seadanya.

Bukan cuma bikin kamar terlihat kotor, debu berlebih juga bisa mengganggu kesehatan, apalagi buat yang sensitif dengan alergi atau masalah pernapasan. Nah, biar kos tetap nyaman ditinggali meski di luar udara kering dan berdebu, berikut lima tips praktis yang bisa langsung dicoba.

1. Tutup celah ventilasi dan jendela di jam-jam berdebu

Ilustrasi buka ventilasi (pexels.com/Thirdman)

Debu paling banyak masuk lewat celah jendela, pintu, atau ventilasi udara, terutama saat angin kencang di siang hari. Kalau kamar kos menghadap jalan raya atau area yang sering dilalui kendaraan, coba tutup jendela pada jam-jam ramai lalu lintas, biasanya pagi dan sore hari. Buka jendela lagi saat udara lebih tenang, misalnya malam hari atau dini hari, supaya sirkulasi udara tetap lancar tanpa membawa debu berlebih.

2. Pakai lap basah atau microfiber, bukan sapu kering

ilustrasi bersih-bersih dengan kain lap (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Menyapu lantai kering saat musim kemarau justru bisa membuat debu makin beterbangan dan menyebar ke seluruh ruangan, bukan hilang. Gantilah dengan lap basah atau kain microfiber yang bisa menangkap partikel debu lebih efektif. Kalau punya vacuum cleaner kecil, itu juga pilihan bagus karena debu langsung tersedot tanpa perlu terbang ke udara dulu.

3. Letakkan wadah berisi air di sudut kamar

ilustrasi menuang air kedalam gelas(pixabay.com/congerdesign)

Trik sederhana ini sering dipakai untuk menambah kelembapan ruangan secara alami. Taruh baskom kecil berisi air di sudut kamar atau dekat jendela. Udara kering yang bercampur uap air ini bisa membantu partikel debu lebih cepat mengendap ke bawah, alih-alih terus melayang di udara. Ganti air secara rutin supaya tidak jadi sarang jentik nyamuk.

4. Cuci sprei dan gorden lebih sering dari biasanya

ilustrasi mengganti sprei kasur (freepik.com/freepik)

Sprei, sarung bantal, dan gorden adalah tempat favorit debu menumpuk tanpa disadari. Saat kemarau, sebaiknya cuci perlengkapan tidur ini lebih sering, idealnya seminggu sekali, dibanding musim hujan yang bisa dua minggu sekali. Kalau nggak sempat mencuci gorden, cukup kibas-kibas atau vakum permukaannya secara berkala untuk mengurangi penumpukan debu.

5. Simpan barang dalam wadah tertutup

Ilustrasi kotak penyimpanan (pexels.com/Victor Zissou)

Buku, pakaian, atau barang elektronik yang dibiarkan terbuka lebih mudah jadi tempat menempelnya debu. Gunakan kotak plastik, laci tertutup, atau lemari berpintu untuk menyimpan barang-barang yang jarang dipakai. Cara ini juga membuat proses bersih-bersih kamar jadi lebih cepat karena permukaan yang terekspos debu jadi lebih sedikit.

Menjaga kamar kos tetap bersih saat kemarau memang butuh sedikit usaha ekstra, tapi bukan berarti harus ribet. Dengan lima tips di atas, anak kos di Jogja bisa tetap nyaman beraktivitas meski cuaca di luar kering dan berdebu. Yang penting, konsisten menerapkannya, apalagi mengingat puncak kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga September mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article