Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

30 Ribu Orang Urus Pindah Pemilih di DIY, Mahasiswa Antusias

30 Ribu Orang Urus Pindah Pemilih di DIY, Mahasiswa Antusias
Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) mencatat 30 ribu orang mengurus pindah memilih. Angka tersebut dimungkinkan masih bertambah, pasalnya pengurusan pindah pemilih masih berlangsung hingga Senin (15/1/2024) pukul 23.59 WIB.

"Yang sudah masukkan data terus masuk ini ada 30 ribuan. Terus update tiap hari. Paling banyak Sleman, Sleman sampai hari ini masih mengular antreannya di Kantor KPU Sleman," ujar Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, di Melia Purosani, Senin (15/1/2024). 

1. Antusiasme mahasiswa mengurus pindah memilih tinggi

ilustrasi pemilu (IDN Times/Esti Suryani)
ilustrasi pemilu (IDN Times/Esti Suryani)

Dijelaskan Shidqi pindah pemilih ini khusus bagi beberapa kondisi seperti mahasiswa atau pelajar. Antusias pindah pemilih ini cukup tinggi, namun sayangnya mereka yang mengurus pindah pemilih ini di waktu-waktu akhir.

"Sayangnya mereka antusias di injury time di hari-hari terakhir. Terutama di lima hari terakhir jelang penutupan semakin banyak yang mengurus pindah memilih. Sementara ketika kemarin di awal-awal ketika kita jemput bola pun mereka kurang berminat," ungkap Shidqi.

2. Banyak yang mengurus jelang penutupan

ilustrasi pemilu (dok. IDN Times/ Agung Sedana)
ilustrasi pemilu (dok. IDN Times/ Agung Sedana)

Shidqi kurang mengetahui mengapa mahasiswa atau orang yang pindah memilih ini mengurus di akhir jelang penutupan. Padahal, KPU sebelumnya juga sudah membuka layanan di beberapa kampus. Namun, menurut Shidqi hal ini juga terjadi di Pemilu sebelumnya.

"Mungkin entah sibuk, entah memang ya mahasiswa karakternya seperti itu. Tetapi kan sebenarnya sekarang ini kampus libur, nah sehingga yang mengurus itu yang masih stay di sini dan bagi yang libur itu ada surat edaran dari UGM, mereka akan masuk tanggal 11 Februari, tetapi dilakukan daring," kata Shidqi.

3. Mahasiswa yang tidak terakomodir pindah pemilih

Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)

Shidqi menyarankan untuk mahasiswa yang tidak terakomodir pindah memilih, untuk bisa memilih di daerah mereka. "Jadi kenapa 30 hari (sebelum hari pencoblosan), karena kita harus menyiapkan logistik, logistik kan sudah harus mulai disiapkan satu bulan sebelum pemungutan suara. Jadi kenapa mereka maksimal tanggal 15," ungkapnya.

Khusus bagi lapas, rutan, atau yang sedang sakit di rumah sakit, maupun penjaga, maksimal 7 hari sebelum hari H masih bisa. "Kemudian bagi pekerja insidentil, ada dinas keluar kota itu masih bisa H-7. Tapi khusus pelajar atau studi itu memang paling lambat H-30 agar kita bisa mengelola. Tidak bisa ujug-ujug juga," kata Shidqi.

Share Article
Curated For You

KPU DIY Susun Jadwal Kampanye Terbuka, Hindari Potensi Gesekan

15 Jan 2024, 18:11 WIBNews
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More