3 Nakes Positif COVID, 2 Puskesmas di Bantul Tutup Sementara

Bantul, IDN Times - Dinas Kesehatan Bantul menutup sementara dua puskesmas di Bantul yakni Puskesmas Kasihan 1 dan Puskesmas Sewon.
Penutupan dua puskesmas ini disebabkan seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Kasihan 1 positif COVID-19. Sedangkan alasan penutupan Puskesmas Sewon 2 adalah dua tenaga kesehatannya juga dinyatakan positif.
1. Penutupan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Pemkab Bantul, Yogyakarta, dr. Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan penutupan sementara Puskesmas Kasihan 1 dan Puskesmas Sewon 2 akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan untuk proses sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan.
Oki panggilan akrab dr. Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan pihaknya langsung melakukan tracing kepada orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dan langsung dilakukan uji swab.
"Semua nakes dan karyawan puskesmas sudah kita uji swab dan tinggal nunggu hasilnya saja," terangnya pada Senin (20/7/2020).
2. Sebanyak 17 orang kontak erat dengan nakes positif COVID jalani uji swab

Sementara Camat Sewon, Danang Irianto mengatakan nakes yang positif adalah warga Kecamatan Sewon dan seorang lagi warga Kecamatan Pajangan. Warga yang melakukan kontak erat dengan nakes positif COVID-19 dari Kecamatan Sewon sudah dilakukan tracing.
"Terdapat 17 orang, semuanya sudah di uji swab pagi tadi," ujarnya.
Untuk pelayanan Puskesmas Sewon 2 yang ditutup, warga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sewon 1, terang Danang.
3. 15 pasien yang memeriksakan diri pada nekas yang bekerja di Puskesmas Kasihan 1 masih ditelusuri

Sementara Pj. Kepala Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Baron Nur Cahyo mengatakan seorang nakes yang bekerja di Puskesmas Kasihan 1 diketahui juga membuka praktik di rumahnya sehingga sementara waktu tempat praktik nakes ditutup sementara.
"Tadi sudah dilakukan sterilisasi oleh petugas dengan penyemprotan disinfektan di tempat praktik nakes tersebut," ujarnya.
Selain itu sebanyak sembilan orang yang kontak erat dengan nakes juga telah menjalani uji swab yang terdiri dari keluarga nakes dan termasuk pedagang angkringan yang berjualan di depan tempat praktik.
"Kita masih melacak 15 orang pasien lain yang sempat memeriksakan diri dengan nakes yang dinyatakan positif COVID-19," terangnya.















