Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

14 Januari Dimulai Vaksinasi, Sri Sultan Kemungkinan Tak Disuntik

14 Januari Dimulai Vaksinasi, Sri Sultan Kemungkinan Tak Disuntik
ilustrasi vaksin Sinovac
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memulai vaksinasi COVID-19 serentak tahap pertama pada Senin,14 Januari 2021 mendatang.

Namun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kemungkinan bukan menjadi sosok pejabat publik pertama di DIY yang menerima vaksin Sinovac tersebut.

 

1. Sri Sultan HB X berusia 74 tahun

Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie bersiap menyamput para WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie bersiap menyamput para WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2). (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan vaksinasi serentak didahului secara simobolis dengan Presiden Joko Widodo dan para menteri yang sudah memenuhi syarat menjadi orang-orang pertama yang disuntik pada Minggu, 13 Januari 2021.

Sehari kemudian dilakukan terhadap pejabat publik dan tenaga kesehatan di daerah. Rangkaian acara ini untuk memastikan vaksin aman digunakan.

"Tanggal 14 dan 15 diminta provinsi dan kabupaten/kota untuk serentak," kata Pembajun di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (5/1/2021).

Pembajun menjelaskan Sekda dan sejumlah Forkopimda DIY yang memenuhi syarat akan menerima vaksin. Hanya saja, untuk Gubernur DIY Sri Sultan HB X masih perlu dipertimbangkan mengingat usianya sudah 74 tahun.

"(Vaksinasi) untuk Pak Gubernur, kami masih konsultasi karena usia beliau juga. Tapi persyaratan inklusinya harus tetap masuk. Kalau beliau di luar persyaratan, beliau menyaksikan bahwa sudah simbolik di DIY," paparnya.

2. Terbuka untuk publikasi

Ilustrasi vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Dikatakan Pembajun, vaksinasi serentak di DIY akan diselenggarakan di Kantor Gubernur Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta. Vaksinasi tersebut rencananya terbuka untuk peliputan media agar masyarakat dapat menyaksikan.

"Kita lapor Pak Sekda lakukan di sini supaya masyarakat bisa tahu," jelasnya.

3. Distribusi ke kabupaten dan kota sesuai kebutuhan

Namun, sebelum dilakukan vaksinasi serentak, harus terlebih dahulu didistribusikan atau diantar sampai ke kabupaten/kota. Untuk pengalokasiannya hingga saat ini masih berproses.

"Pertama harus pastikan teman-teman kabupaten/kota gudang farmasi atau instalasi farmasi siap untuk menerima itu," terangnya.

Pembajun mengatakan secara perencanaan distribusi vaksin sebenarnya sudah siap. Tinggal koordinasi pengawalan, penyimpanan di kabupaten/kota beserta penjagaannya saja.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tunggul Damarjati
EditorTunggul Damarjati

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews