Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

11 Sapi Mati, Pemkab Bantul Minta Tambahan Vaksin untuk Tangani  PMK

11 Sapi Mati, Pemkab Bantul Minta Tambahan Vaksin untuk Tangani  PMK
Foto hanya ilustrasi (IDN Times/Riyanto)
Intinya Sih
  • Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul mengajukan vaksin PMK ke pemerintah pusat untuk penanganan penyakit pada hewan ternak.
  • Hanya 250 dosis vaksin yang diberikan oleh asosiasi pedagang ternak sapi, padahal populasi sapi Bantul hampir 70 ribu ekor, masih kurang banyak.
  • Peternak diharapkan untuk tidak langsung mencampur ternak baru dengan lama sebagai antisipasi penularan PMK, sambil menunggu vaksin dari pemerintah pusat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bantul, IDN Times - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul mengajukan vaksin ke pemerintah pusat, untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pengajuan dilalukan menyusul adanya penyakit tersebut pada ternak sapi di wilayah Bantul, hingga mengakibatkan kematian sebanyak 11 sapi milik peternak.

 

 

1. Jumlah bantuan vaksin dari pemerintah kurang banyak

Petugas dari dinas peternakan lakukan pemeriksaan sapi di pasar pasar. (IDN Times/ Riyanto)
Petugas dari dinas peternakan lakukan pemeriksaan sapi di pasar pasar. (IDN Times/ Riyanto)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo menyatakan, vaksin pencegahan sudah diberikan bantuan dari asosiasi pedagang ternak sapi, namun baru sebanyak 250 dosis, dan sudah dilakukan Desember 2024.

"Kemarin sudah ada bantuan vaksin dari asosiasi pedagang ternak, untuk Bantul dapat sebanyak 250 dosis, padahal populasi sapi Bantul hampir 70 ribu ekor, jadi masih kurang banyak, sehingga masih butuh lagi," katanya dikutip Antara, Minggu (5/1/2024). 

2. Minta ternak baru jangan dicampur

Petugas menyemprot kandang sapi dengan disinfektan. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Petugas menyemprot kandang sapi dengan disinfektan. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Sambil menunggu vaksin PMK, pihaknya berharap, agar peternak sapi saat membeli ternak jangan langsung dicampur dengan ternak lama, melainkan dikarantina dulu untuk memastikan tidak ada potensi penularan apabila sapi itu terkena PMK.

"Seandainya membeli ternak baru, jangan segera dicampur, namun diisolasi dulu, dipisah dengan yang lama sebagai antisipasi tidak terjadi penularan," katanya.

3. Kasus PMK di Bantul pernah muncul tahun 2022

Peternak mengubur sapi sapi yang mati akibat Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). IDN Times/ Istimewa.
Peternak mengubur sapi sapi yang mati akibat Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). IDN Times/ Istimewa.

Kasus penularan PMK pada ternak di Bantul sempat muncul tahun 2022, kemudian hilang, namun akhir 2024 muncul kembali. Menurutnya, kondisi ini tak hanya dialami di Bantul, namun juga terjadi daerah lain.

"Jadi kasus PMK ini nasional, di daerah Gunungkidul sudah mati banyak, terus Jawa Timur juga banyak kasus. Jadi kami tidak bisa menilai. Namun harapan kami segera reda, tidak berkepanjangan," katanya.

 

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More