Yogyakarta, IDN Times - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan saat Natal dan Tahun Baru, potensi pergerakan masyarakat yang masuk dan keluar provinsi ini mencapai 10 juta orang.
10 Ribu Kendaraan Saat Nataru Diprediksi Keluar dan Masuk Jogja

1. Pergerakan dimulai tanggal 20 Desember
Kepala Bidang Pengedalian dan Operasional Dishub DIY Sumariyoto mengatakan, pergerakan masyarakat diproyeksikan terjadi mulai 20 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. Jika dibandingkan periode Natal 2023, potensi pergerakan orang baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum di DIY meningkat 6 persen.
"Paling sembilan persen dari prediksi pergerakan secara nasional, (di DIY) sekitar 10 juta orang. Pergerakan itu tidak hanya masuk, tapi juga keluar," kata Sumariyoto, dikutip Antara, Selasa (3/12/2024).
2. Jumlah terbesar melewati Prambanan
Tingginya pergerakan orang di DIY antara lain dipengaruhi adanya kemudahan akses berupa pembukaan fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA (Solo-Yogyakarta) ruas Klaten-Prambanan selama liburan mendatang.
Seperti tahun lalu, lonjakan terbesar pergerakan masyarakat melalui jalur darat melewati pintu masuk Prambanan. "Terbesar di pintu timur di Prambanan," ujarnya.
3. Siapkan sejumlah posko dan kamera
Berdasarkan data Natal dan Tahun Baru 2023/2024, jumlah kendaraan yang masuk melalui pintu Prambanan tercatat 401 ribu unit, sedangkan yang keluar mencapai 575.663 unit.
Untuk mencegah kepadatan arus kendaraan saat libur akhir tahun, Dishub DIY bakal menerjunkan petugas pengurai kemacetan serta mendirikan posko pemantauan di dua lokasi yakni di pintu masuk Prambanan, Sleman dan Piyungan, Bantul.
"Kami sudah menugaskan kepada teman-teman untuk mengecek sarana dan prasarana berupa perlengkapan jalan, berfungsinya alat perlengkapan jalan, ada 'traffic light', dan penerangan jalan," ujar Sumariyoto.
Ditambah pantauan lalu lintas menggunakan kamera analitik dipasang di pintu utama dari timur, selatan, utara, dan dari barat.