4 Perbedaan Bakwan Korea dan Indonesia, ini Cara Buat dan Bahannya

Siapa yang bisa menolak kelezatan bakwan? Jajanan kaki lima ini begitu populer hingga sering disajikan hingga di hotel sebagai dan rumah makan berkelas.
Ternyata bakwan tak hanya sebagai kudapan yang dikenal di Indonesia, di Korea ada hidangan serupa yang dikenal sebagai haemul pajeon. Meski terlihat mirip, keduanya punya karakteristik berbeda. Penasaran apa saja perbedaannya?
1. Penggunaan tepung bakwan

Meski sama-sama bakwan, tepung yang digunakan berbeda. Bakwan lokal kebanyakan memakai tepung terigu, beras dan maizena, sedangkan bakwan Korea memakai tepung terigu dan tepung kentang.
2. Ukuran irisan daun bawang

Sama-sama dicampur dengan sayuran, bakwan diber irisan daun bawang. Irisan untuk bakwan lokal berukuran kecil, sedangkan bakwan khas Korea, daun bawang diiris memanjang bahkan sesuai diameter wajan yang digunakan untuk menggoreng. Perbedaan ini mempengaruhi tampilan bakwan dan plating. Ukuran bakwan lokal cenderung mini sedangkan di Korea lebih besar dan pipih.
3. Bakwan Korea menggunakan seafood dan telur

Cara memasak bakwan lokal, beberapa tidak menggunakan telur dan seafood, nah ini perbedaannya dengan bakwan Korea, haemul pajeon menggunakannya sebagai bahan pelengkap yang membuat cita rasa yang khas. Seafood yang dipilih biasanya cumi-cumi.
4. Sajian sambal bakwan

Dari sisi penyajian, bakwan Korea umumnya menggunakan saus berbahan dasar kecap asin dan cuka dengan tambahan bawang, atau disajikan bersama kimchi.
Sementara bakwan lokal Indonesia identik dengan sambal kacang, petis, atau saus tomat sebagai pelengkap. Untuk isiannya, meski keduanya sama-sama memakai tauge, wortel, dan kubis, bakwan Korea memiliki ciri khas tambahan berupa kucai dan jamur. Ternyata cukup banyak ya perbedaannya.


















