Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Balik Pedasnya, Ini 7 Khasiat Cabai Rawit untuk Kesehatan
Cabai rawit merah. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Cabai rawit mengandung capsaicin yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, bersifat antioksidan, anti-inflamasi, serta membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
  • Senyawa capsaicin dapat membantu meredakan rasa sakit, menurunkan tekanan darah pada penelitian hewan, dan berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker tertentu.
  • Cabai rawit juga mendukung pengurangan asupan garam, meningkatkan metabolisme tubuh melalui proses termogenesis, namun tetap perlu dikonsumsi secara bijak agar aman bagi kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat kamu pencinta makanan pedas, cabai rawit pasti jadi pelengkap yang gak pernah absen. Sensasi pedasnya memang bikin nagih, tapi ternyata di balik ukurannya yang kecil, cabai rawit menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan.

Cabai rawit mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin dan senyawa aktif capsaicin yang punya banyak efek baik bagi tubuh. Gak cuma sekadar penambah rasa, bahan dapur satu ini juga bisa membantu menjaga kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak.

1. Menghasilkan capsaicin yang baik untuk tubuh

ilustrasi menanam cabai rawit (pexels.com/Prathyusha Mettupalle)

Cabai rawit dikenal memiliki bahan kimia tanaman yang disebut capsaicin. Senyawa inilah yang membuat cabai terasa pedas. Selain itu, capsaicin juga memilki manfaat kesehatan, lho.

Menurut BMJ  tahun 2015, capsaicin membantu tubuh menjaga kesehatan jantung dan memperlancar fungsi pembuluh darah. Selain itu, capsaicin juga dikenal dapat menghilangkan rasa sakit, bersifat antioksidan, anti-inflamasi, dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Wah, capsaicin memiliki segudang manfaat, ya.

2. Membantu menghilangkan rasa sakit

ilustrasi nyeri sendi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Capsaicin mempunyai sifat menghilangkan rasa sakit yang kuat saat dioleskan ke kulit dalam bentuk krim. Ini karena capsaicin bisa mengurangi zat P. neuropeptida yang dihasilkan oleh tubuh. Jika tidak segera diatasi, zat tersebut akan berjalan ke otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit.

Saat tubuh memproduksi zat P. lebih sedikit, sinyal rasa sakit tidak akan mencapai otak dan perasaan sakit pun ikut berkurang. Dari beberapa penelitian yang dirangkum Healthline, capsaicin yang diolah menjadi krim kulit bisa mengurangi rasa nyeri di sendi dan otot, sakit punggung bawah, nyeri karena kondisi saraf seperti herpes zoster, serta sakit karena operasi. 

Eits, meskipun dapat mengurangi rasa sakit, tetapi krim capsaicin tidak boleh dioleskan pada luka atau sakit yang terbuka. Ini karena rasa panas pada capsaicin bisa membuat luka terbuka terasa makin perih.

3. Dapat menurunkan tekanan darah

ilustrasi menghitung tekanan darah (pexels.com/Pavel Danil)

Tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang dialami banyak orang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah orang dewasa yang mengalami hipertensi telah meningkat tajam, yakni dari 594 juta di tahun 1975 hingga meningkat jadi 1,13 miliar di tahun 2015. 

Menariknya, terdapat beberapa penelitian pada hewan yang memperlihatkan jika capsaicin pada cabai rawit bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Salah satunya penelitian yang diterbitkan dalam Cell Metabolisme tahun 2010, dengan menggunakan tikus dengan hipertensi memperlihatkan bahwa konsumsi rempah-rempah yang mengandung capsaicin tinggi dalam jangka panjang bisa mendukung tubuh mengurangi tekanan darah.

Sayangnya, penelitian-penelitian itu masih menggunakan hewan sebagai objek penelitian. Jadi, kemungkinan adanya perbedaan efek capsaicin antara manusia dan hewan tetap ada

4. Memiliki kandungan antioksidan tinggi

Ilustrasi Pohon Cabai Rawit (Cengek) (IDN Times/Daruwaskita)

Selain capsaicin, cabai rawit juga mempunyai kandungan senyawa tanaman (fitokimia), seperti zat fenolik dan flavonoid yang baik untuk tubuh. Menurut artikel ilmiah dalam Research Gate Journals tahun 2011, cabai rawit merah mempunyai antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan cabai rawit hijau. 

Namun di lain pihak, senyawa fenolik, -karoten, dan asam askorbat lebih banyak dimiliki oleh cabai rawit hijau dibandingkan cabai merah. Jadi bisa dibilang, cabai rawit hijau dan merah bisa melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif, terlebih yang mentah. 

Tak hanya cabai rawit, kamu juga perlu mengonsumsi sayuran, buah, dan makanan padat nutrisi lainnya untuk mendapatkan antioksidan yang optimal.

5. Berpotensi mengurangi risiko kanker

ilustrasi kanker prostat (pixabay.com/marijana1)

Capsaicin pada cabai rawit memiliki potensi untuk mengurangi risiko kanker. Ini ditandai dengan kemampuan capsaicin untuk mengganggu proses pertumbuhan sel kanker, menurut Healthline. 

Satu ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Anticancer Research tahun 2016, memperlihatkan bahwa capsaicin bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker, bahkan juga dapat menyebabkan kematian berbagai jenis sel kanker, seperti kanker prostat, kanker kulit, dan kanker pankreas.

Walaupun begitu, penelitian ini masih menggunakan hewan sebagai bahan penelitian. Sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan obyek manusia.

6. Mendukung tubuh mengurangi asupan garam

ilustrasi makanan pedas (pixabay.com/Free-Photos)

Kalau merasa mengonsumsi garam terlalu banyak, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengganti sedikit garam dengan beberapa cabai rawit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi makanan asin. 

Dalam satu studi ilmiah tahun 2017, peneliti menemukan jika menambahkan cabai rawit ke dalam makanan bisa mengurangi keinginan untuk makan garam. Selain itu, makan cabai rawit dapat meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi keinginan nyemil. 

7. Meningkatkan metabolisme tubuh

ilustrasi berkeringat (unsplash.com/Hans Reniers)

Capsaicin mempunyai sifat meningkatkan metabolisme tubuh. Ini karena senyawa pada cabai rawit ini efektif membakar lebih banyak kalori setiap harinya. Proses pemanasan ini disebut termogenesis yang dapat meningkatkan metabolisme. 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition tahun 2013, orang yang sarapan dengan kandungan capsaicin serta minyak trigliserida, tubuhnya mampu membakar 51 persen lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan. Meski begitu, penting untuk diketahui jika orang yang mengonsumsi cabai rawit tidak akan memperoleh manfaat yang sama sepanjang waktu. Itu karena tubuh beradaptasi dengan efek termogenesis, menurut Journal of Physiology & Behavior tahun 2011.

Meski punya banyak manfaat, konsumsi cabai rawit tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsinya secara berlebihan justru bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi kamu yang punya kondisi kesehatan tertentu.

Jadi, selama dikonsumsi dalam batas wajar, cabai rawit bisa jadi tambahan sederhana yang memberi manfaat untuk tubuh. Kuncinya ada pada porsi dan keseimbangan dalam pola makan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team