ilustrasi berkeringat (unsplash.com/Hans Reniers)
Capsaicin mempunyai sifat meningkatkan metabolisme tubuh. Ini karena senyawa pada cabai rawit ini efektif membakar lebih banyak kalori setiap harinya. Proses pemanasan ini disebut termogenesis yang dapat meningkatkan metabolisme.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition tahun 2013, orang yang sarapan dengan kandungan capsaicin serta minyak trigliserida, tubuhnya mampu membakar 51 persen lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan. Meski begitu, penting untuk diketahui jika orang yang mengonsumsi cabai rawit tidak akan memperoleh manfaat yang sama sepanjang waktu. Itu karena tubuh beradaptasi dengan efek termogenesis, menurut Journal of Physiology & Behavior tahun 2011.
Meski punya banyak manfaat, konsumsi cabai rawit tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsinya secara berlebihan justru bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi kamu yang punya kondisi kesehatan tertentu.
Jadi, selama dikonsumsi dalam batas wajar, cabai rawit bisa jadi tambahan sederhana yang memberi manfaat untuk tubuh. Kuncinya ada pada porsi dan keseimbangan dalam pola makan sehari-hari.