5 Penyebab Harga Wasabi Mencapai Jutaan Rupiah, Gak Banyak yang Tahu!

1. Tanaman yang hanya dapat hidup di tempat tertentu

Menanam wasabi hingga masa panen, membutuhkan tempat yang khusus. Wasabi asli hanya dapat hidup di tempat dengan temperatur antara 10 hingga 18 derajat Celcius. Tanaman ini juga tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Oleh karena itu, wasabi biasanya hanya ditemukan tumbuh di area pegunungan atau lembah di Jepang.
Kondisi tanah untuk menanam wasabi haruslah lembap, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Selain kondisi tanah, lokasi menanam wasabi harus berdekatan dengan mata air yang mengalir. Kondisi ini harus dipertahankan selama satu hingga dua tahun dan tidak boleh berubah, karena bakal memengaruhi hasil panen.
2. Masa panen yang cukup lama

Sering disebut sebagai tanaman manja karena lokasi tumbuhnya yang sulit, wasabi juga membutuhkan waktu yang lama untuk panen. Bahkan bisa memakan waktu hingga tiga tahun untuk siap dijual.
Tak jarang, wasabi yang dibudidayakan mengalami gagal panen karena sulitnya mempertahankan temperatur.
3. Sulit dibudidayakan di luar Jepang

Karena tidak bisa tumbuh di daerah yang temperatur atau suhunya kurang stabil, maka wasabi sulit di temukan di berbagai negara selain Jepang. Namun beberapa negara pernah berhasil memanen wasabi, antara lain China, Taiwan, Australia dan New Zealand.
4. Permintaan yang besar namun persediaan kurang

Menjamurnya restoran Jepang dan berbagai negara, mempengaruhi permintaan wasabi setiap tahunnya. Namun dengan ketersediaan bibit yang kurang dan tempat budidaya yang sulit, membuat harga wasabi menjadi mahal. Saat ini wasabi dijual dengan harga Rp1,5 juta per 450 gram.
5. Masa simpan yang singkat

Selain masa panen yang panjang, wasabi memiliki daya tahan yang rendah, yakni hanya delapan bulan dalam bentuk utuh dan 30 menit dalam bentuk parutan. Karena karakteristiknya yang sensitif ini, wasabi diakui secara global sebagai tanaman yang paling sulit dibudidayakan untuk skala komersial.


















