Menjelajahi Pasty, Tempat Favorit Pencinta Tanaman dan Hewan di Jogja

Siapa sih yang nggak kenal Pasty? Sesuai namanya Pasty, Pasar Hewan dan Tanaman Hias Yogyakarta, menjadi destinasi favorit pencinta tanaman dan hewan.
Kamu tahu sebelum pindah ke Pasar Pasty di Jalan Dongkelan, lokasi pasar hewan ini ada di Pasar Ngasem, di dekat wisata Tamansari? Buat yang penasaran, yuk intip fakta serunya!
1. Berawal dari Pasar Ngasem

Sejarah pendirian Pasty berawal dari Pasar Burung Ngasem. Mengutip teks klasifikasi UGM yang disusun Wilma Ramadanti, Muhammad Rosyid A., Retno Pratiwi S., Triyoga Eraramadhana, dan Anindya Kenyo Larasti, berjudul "From Ngasem To Pasty", yang terbit tahun 2012, diketahui Pasar Ngasem sudah ada sejak 1809, yang dikenal sebagai pasar burung.
Kian berkembang, Pasar Ngasem tidak hanya menjual burung, tapi juga berbagai hewan termasuk kuda yang saat itu sebagai alat transportasi. Hingga tanggal 22 April 2010, pedagang di Pasar Ngasem dipindahkan ke Dongkelan, tepatnya di Kompleks Pasty.
2. Hanya berjarak 5 kilometer dari Jalan Malioboro
Meski perpindahan ini awalnya menuai kontra dari pedagang karena merasa pendapatannya berkurang, kini Pasty selalu ramai terutama saat akhir pekan. Apalagi letaknya tak jauh dari pusat Kota Yogyakarta.
Dari Jalan Malioboro menuju Pasar Pasty hanya 5 kilometer atau ditempuh sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Kamu juga bisa pergi ke Pasty naik Trans Jogja, pilih turun di Portable Pasty 2, atau di Simpang Dongkelan, jaraknya hanya 500 meter.
3. Pilihan hewan dan tanamannya lengkap

Pasar Pasty menawarkan berbagai fauna seperti burung, mamalia kecil, dan reptil dalam lingkungan pasar yang teduh. Tak hanya hewan, kebutuhan berkebun seperti tanaman hias, pupuk, dan perlengkapan lainnya juga tersedia lengkap dengan harga yang bisa dinegosiasikan.
Destinasi ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta flora dan fauna.



















