Aktivitas Jemparingan di Pura Pakualaman Yogyakarta (instagram/purapakualaman)
Meski dikenal sebagai kecamatan dengan wilayah terkecil di Kota Yogyakarta, Pakualaman menawarkan perpaduan antara warisan kerajaan, kampung wisata, bangunan bersejarah, hingga kuliner yang hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat.
Saat berkunjung ke Pakualaman bukan hanya melihat Puro Pakualaman, tetapi juga menikmati cerita yang tersebar di kawasan sekitarnya. Di sini kamu bisa melakukan banyak hal, antara lain:
Mengenal Pakualaman rasanya belum lengkap tanpa melihat lebih dekat Puro Pakualaman dan museumnya. Museum Puro Pakualaman berada di Kompleks Puro Pakualaman dan menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah keluarga Paku Alam, seperti kereta, benda istana, serta perlengkapan kebesaran. Berdasarkan data Wajib Kunjung Museum DIY, museum ini buka Senin hingga Jumat pukul 09.00–14.30 WIB dan Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB.
Ingin menikmati Pakualaman dengan cara lebih santai, berjalan menyusuri kawasan cagar budayanya bisa menjadi pilihan. Kawasan ini mencakup sejumlah bangunan dan ruang bersejarah, seperti Puro Pakualaman, Alun-Alun Sewandanan, Masjid Agung Pakualaman, serta sejumlah dalem yang berkaitan dengan sejarah kadipaten. Tak jarang, komunitas tur jalan kaki di Yogyakarta turut menawarkan rute Pakualaman untuk mengenalkan betapa menariknya daerah yang satu ini.
Seperti di kawasan dalam Kota Yogyakarta lainnya, Pakualaman juga memiliki Kampung Wisata. Namanya adalah Kampung Wisata Gunungketur yang menawarkan pengalaman budaya berbasis kehidupan masyarakat setempat. Di sini ada banyak pilihan aktivitas seperti jemparingan, workshop membatik, membuat jamu tradisional, hingga jelajah kampung, tergantung paket dan agenda yang sedang tersedia.
Setelah puas menjelajahi kawasan bersejarah, berburu makanan tradisional bisa menjadi penutup yang menyenangkan. Dilansir dari berbagai sumber, ada banyak sekali kuliner yang menjadi potensi Kampung Wisata Pakualaman. Di antaranya jamu tradisional Jamu Ginggang, enting-enting, Gudeg Permata, dan kuliner Sewandanan. Salah satu yang cukup dikenal adalah Gudeg Permata di kawasan Purwokinanti, sementara Ayam Goreng Bu Tini juga berada di Jalan Sultan Agung, Gunungketur, Pakualaman
Pakualaman mungkin menjadi kecamatan dengan wilayah terkecil di Indonesia, tapi cerita di dalamnya sungguh menarik. Dari jejak Kadipaten Pakualaman hingga kampung, budaya, dan kuliner yang menggugah selera, kawasan ini menawarkan banyak hal untuk dikenali. Yuk, main ke Pakualaman?