Comscore Tracker

Romantis, Keliling Pedesaan Naik VW Antik di Wulenpari Gunungkidul

Wisatawan bisa memetik sayur organik dan masak sendiri

Gunungkidul, IDN Times - Di masa pendemik, pelaku wisata dipacu untuk berinovasi agar mampu bertahan. Apalagi, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro juga mengakibatkan kunjungan wisatawan semakin terbatas. Pasalnya, ada aturan wisatawan dari luar DI Yogyakarta harus menunjukkan surat bebas COVID-19.

Pengelola wisata Wulenpari, Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, melakukan inovasi lewat keseruan naik mobil Volkswagen klasik. Dengan merogoh kocek Rp150 ribu, kamu bisa berkeliling kawasan wisata geosite Gunung Batur atau kawasan Patuk dengan VW antik.

Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati makanan sehat hingga beristirahat di tepi sungai Oya. Penasaran?

1. Berkeliling dengan VW beratap terbuka

Romantis, Keliling Pedesaan Naik VW Antik di Wulenpari GunungkidulSensasi wisata di Wulenpari dengan menaiki mobil VW klasik. Dok. Wulenpari

Salah seorang pengelola Wulenpari, Aminudin Azis, mengatakan berkeliling kawasan pedesaan menggunakan VW Safari tentunya memiliki sensasi tersendiri. Jalur yang dilalui yaitu Gunung Ireng, Gunung Api Purba Nglanggeran, hingga kawasan wisata pembuatan topeng Bobung. 

"Kami tetap membatasi jumlah wisatawan sebanyak 15 orang agar tetap terjaga protokol kesehatan," ujarnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (13/3/2021). 

Baca Juga: Setahun Pandemik, Ini Kondisi Desa Wisata Mangunan Bantul  

2. Wisatawan bisa memetik sayur dan memasaknya sendiri

Romantis, Keliling Pedesaan Naik VW Antik di Wulenpari GunungkidulTanaman sayuran hidroponik yang bisa dipetik dan dimasak sendiri oleh wisatawan di Wulenpari. Dok. Wulenpari

Azis melanjutkan, wisatawan bisa menikmati keindahan bangunan berarsitektur jawa, dan halaman yang ditumbuhi rumputan hijau di Wulenpari. Tak perlu takut panas, karena rindangnya pepohonan bisa menangkal sinar matahari. Menengok ke selatan, aliran Sungai Oya menambah adem suasana. 

Tak hanya resto dan home stay, di sana pengunjung bisa belajar mengenai pertanian organik bahkan, wisatawan bisa memetik sayuran dari tanaman yang ditanam secara hidroponik di halaman, dan memasak sendiri. Sayuran pun beragam, mulai dari sawi, hingga paprika.

Nah, jika ingin merasakan memasak langsung dengan dibakar, juga disediakan daging yang bisa dibakar langsung, dan dinikmati bersama sayuran segar yang dipetik sendiri.

"Kalau mau pesan menu makanan sudah jadi juga akan dilayani. Seluruh menu masakan organik," tuturnya.

3. Akhir pekan akan terdengar alunan musik tradisional terdengar syahdu

Romantis, Keliling Pedesaan Naik VW Antik di Wulenpari GunungkidulMenikmati menu makanan di wulenpari.doc.wulenpari

Aziz mengatakan, untuk berkunjung, bisa reservasi terlebih dahulu melalui akun media sosial Wulenpari. Untuk petunjuk arah, jika dari Yogyakarta, masuk ke tikungan Beji, sudah ada tulisan masuk ke kawasan Jelok dan Wulenpari. Nah menyusuri jalan kecil yang sudah diaspal dan baru dibangun ini bisa langsung masuk ke samping jembatan permanen yang baru dibuat. 

Pengunjung akan melewati jembatan gantung yang cukup unik karena saat berjalan bisa bergoyang, langsung memasuki sebuah kawasan yang cukup asri. Saat berjalanan, di kanan terdapat Sungai Sya yang akan mengalir sepanjang tahun. Setelah itu, akan disambut hamparan hijau rumput dan bangunan tradisional.

Jika berkunjung saat ada kegiatan atau akhir pekan, kamu juga dapat menikmati alunan musik tradisional. Beberapa rumah tradisional yang didirikan juga digunakan untuk home stay. 

4. Mobil VW tua dengan suara mesin yang khas bikin wisatawan penasaran

Romantis, Keliling Pedesaan Naik VW Antik di Wulenpari GunungkidulSensasi wisata di Wulenpari dengan menaiki mobil VW klasik. Dok. Wulenpari

Salah satu pengunjung, Yuwono, mengaku tertarik untuk menikmati paket yang ditawarkan oleh Wulenpari, apalagi mobil yang digunakan mobil tua VW yang punya suara khas pada mesin dan knalpotnya.

"Tawaran untuk memetik sayur dan dimasak sendiri juga menambah keasyikan saat berwisata," ungkapnya.

Baca Juga: Langit Sore Pantai Samas Dipenuhi Layang-layang Kepala Naga  

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya