Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Dampak Buruk Kerap Muncul Pasca Liburan, Waspadai!

ilustrasi capek saat membersihkan rumah
ilustrasi capek saat membersihkan rumah (freepik.com/DC Studio)

Liburan yang harusnya jadi momen isi ulang energi dan pelepas penat dari rutinitas, terkadang justru meninggalkan perasaan tidak nyaman saat berakhir. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Berikut beberapa dampak negatif yang sering muncul setelah liburan usai. Dari daftar di bawah ini, mana yang pernah kamu alami?

1. Kebingungan mengatur waktu

pexels-arina-krasnikova-5712079.jpg
Ilustrasi capek bekerja (pexels.com/arina krasnikova)

Menjalani kesibukan yang sama secara berulang dapat menimbulkan kebosanan, kemudian kamu memutuskan untuk mengambil liburan sejenak. Suasana baru dirasa dapat menyegarkan pikiran sehingga lebih bersemangat. Namun terlalu nyaman dan santai bikin kamu kesulitan mengatur waktu. Saat kembali menjalani rutinitas bekerja, tidak ada jadwal yang terstruktur. Kamu masih larut dalam suasana tenang seolah tidak punya beban.

2. Perasaan murung

capek
ilustrasi capek (freepik.com/diana.grytsku)

Tujuan berlibur pasti ingin membebaskan diri dari kesibukan sehari-hari. Namun sayangnya, kondisi justru berbanding terbalik. Setelah traveling usai justru perasaan murung yang mendominasi. Kamu terlalu nyaman dengan aktivitas liburan yang menyenangkan. Saat sadar harus kembali menghadapi dunia kerja, kamu tidak siap berkutat kembali dengan rangkaian pekerjaan yang melelahkan.

3. Cenderung tidak antusias

capek
ilustrasi capek (pexels.com/Steven Arenas)

Seseorang yang tidak antusias bekerja sering mengalami kebosanan. Akibatnya, fokus dan konsentrasi terganggu. Sikap ini sering terjadi pada seseorang yang merasa belum cukup waktu untuk menghabiskan masa liburan. Tapi, siap atau tidak, besok harus bekerja kembali.

4. Perubahan prioritas

ilustrasi penyebab rasa capek (pexels.com/energepic)
ilustrasi penyebab rasa capek (pexels.com/energepic)

Pola kerja turut mempengaruhi rutinitas sehari-hari. Bisa dibilang, ini adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Apalagi dikalahkan dengan waktu bersantai. Sayangnya, perubahan prioritas turut terjadi saat seseorang kembali dari masa liburan. Aktivitas bersantai turut mempengaruhi rutinitas yang dijalani. Suasana liburan menyadarkan jika bersantai itu menyenangkan.

5. Merasa tertekan oleh pekerjaan

ilustrasi capek kerja (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi capek kerja (freepik.com/pressfoto)

Apa kabar dengan rangkaian pekerjaan yang sudah menumpuk? Hanya dengan melihatnya saja sudah merasa enggan dan ingin menghindar. 

Fenomena seperti ini ternyata dialami oleh yang telah larut dalam situasi santai. Kamu merasa tertekan ketika harus kembali ke dunia nyata. 

6. Alami kelelahan fisik

ilustrasi capek (freepik.com/jcomp)
ilustrasi capek (freepik.com/jcomp)

Liburan tentu saja akan menghabiskan energi dan menimbulkan kelelahan. Hal inilah yang akan terjadi saat traveling sudah usai, kelelahan tidak dapat dihindari. Rasanya ingin waktu liburan yang lebih panjang, sekadar untuk memulihkan energi.

Liburan seharusnya menjadi dapat mengisi ulang energi sehingga kita lebih produktif saat kembali bekerja. Sayangnya, sering kali hal ini tak sesuai harapan dan malah membuat kita lesu. Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama?"

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Travel Jogja

See More

6 Dampak Buruk Kerap Muncul Pasca Liburan, Waspadai!

06 Jan 2026, 09:55 WIBTravel