Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pantai Goa Camara Bantul, Ekowisata Pelestarian Penyu Jadi Andalan

Pantai Goa Camara Bantul, Ekowisata Pelestarian Penyu Jadi Andalan
Objek wisata Pantai Goa Cemara (IDN Times/Paulus Risang)
Intinya Sih
  • Pantai Goa Cemara di Bantul dikembangkan sejak 2010 dengan konsep ekowisata yang menonjolkan keindahan alam, kuliner seafood, serta edukasi konservasi lingkungan bagi wisatawan.
  • Program unggulan berupa konservasi penyu berlangsung Maret–September, melibatkan pemantauan, penetasan telur, hingga pelepasan tukik ke laut sebagai pengalaman edukatif bagi pengunjung.
  • Kegiatan konservasi juga mencakup penanaman cemara udang dan pandan laut, didukung berbagai pihak untuk menjaga kelestarian pantai sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bantul, IDN Times - Destinasi wisata Pantai Goa Cemara menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan selain Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.

Pantai ini tidak hanya menawarkan panorama laut dan kesejukan deretan pohon cemara udang, tetapi juga sajian kuliner seafood yang mampu bersaing dengan Pantai Depok yang lebih dulu dikenal sebagai sentra kuliner laut di kawasan pantai selatan Bantul. Keunggulan lainnya, Pantai Goa Cemara mengusung konsep ekowisata (ecotourism), yakni pariwisata berwawasan lingkungan yang bertanggung jawab di kawasan alami, dengan tujuan mengonservasi alam, mendukung kesejahteraan masyarakat lokal, serta memberikan edukasi kepada pengunjung.

Ketua Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Bayu Sujaka, mengatakan kawasan ini mulai dirintis sejak 2010 dengan konsep ekowisata. Artinya, pengembangan wisata tidak hanya berfokus pada keindahan laut dan kuliner seafood, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk menikmati keaslian alam, flora, fauna, dan budaya setempat, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

"Ekowisata ini kita memiliki paket wisata konservasi penyu, pandan laut dan konservasi pohon cemara udang," katanya, Rabu (3/3/2026).

1. ‎Tawarkan edukasi tentang pelestarian penyu yang menarik bagi wisatawan

Ketua Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Bayu Sujaka.
Ketua Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Bayu Sujaka. (IDN Times/Daruwaskita)

Khusus program konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, kegiatan biasanya dimulai pada Maret hingga September, bertepatan dengan musim penyu bertelur.

Prosesnya dimulai dari pemantauan penyu yang naik ke pantai untuk bertelur. Selanjutnya, telur-telur tersebut diamankan dan ditetaskan, baik secara alami maupun menggunakan alat penetas. Setelah menetas, tukik (anak penyu) kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di laut.

"Kita punya lokasi konservasi penyu yang di lokasi itu wisatawan bisa belajar bagaimana untuk melestarikan penyu hingga proses pelepasliaran penyu ke laut. Kita siapkan paket-paket itu kepada wisatawan," tuturnya.

Ia mengakui, paket edukasi konservasi penyu menjadi yang paling diminati. Pesertanya beragam, mulai dari komunitas pecinta lingkungan, instansi swasta, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta dan BUMN.

"Mereka itu sangat tertarik bagaimana berburu telur penyu, penetasan telur penyu hingga pelepasliaran penyu ke laut," terangnya.

2. ‎Ada paket edukasi penanaman pohon cemara udang hingga pandan laut

ilustrasi tukik penyu (pixabay.com/Kanenori)
ilustrasi tukik penyu (pixabay.com/Kanenori)

Selain konservasi penyu, paket ekowisata penanaman cemara udang dan pandan laut di Pantai Goa Cemara juga cukup diminati wisatawan, meski antusiasmenya tidak sebesar paket konservasi penyu.

Bayu menjelaskan, program konservasi cemara udang dan pandan laut dapat ditawarkan setiap bulan. Sementara itu, paket konservasi penyu tidak selalu tersedia setiap waktu, terutama jika harus dibarengi dengan agenda pelepasan tukik ke laut.

"Jadi paket ekowisata ini akhir nantinya saling melengkapi dan memberi alternatif bagi wisatawan untuk memilih ekowisata yang diinginkan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut paket ekowisata pelepasan tukik akan kembali ditawarkan dalam waktu dekat. Saat ini masih ada sekitar 100 telur penyu yang sedang dalam proses penetasan dan diperkirakan menetas setelah Lebaran sehingga siap untuk dilepasliarkan.

"Sudah ada beberapa institusi yang tertarik dengan ekowisata pelepasan tukik ini," pungkasnya.

3. ‎Awal mulai terbentuk konservasi penyu di Pantai Goa Cemara

IMG-20260303-WA0046.jpg
Konservasi penyu di Pantai Goa Cemara Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Salah satu tokoh pendiri konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, Timan, mengatakan program tersebut berawal dari keprihatinan atas menurunnya populasi penyu akibat maraknya perburuan liar telur penyu yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

"Dari kondisi itu saya dan nelayan Pantai Goa Cemara mencoba menetaskan telur penyu di pinggir pantai yang akhirnya sukses dan melepasliarkan tukik di laut. Yang jelas itu saya dulu ikut berburu telur penyu namun insaf dan justru menetaskan telur penyu," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, hingga instansi swasta. Dukungan tersebut mendorong pembangunan lokasi khusus konservasi penyu di sisi barat pantai.

Di area konservasi itu juga tersedia ruang edukasi bagi wisatawan untuk belajar tentang pelestarian penyu. Kini, paket edukasi konservasi penyu menjadi salah satu unggulan ekowisata yang banyak diminati pengunjung.

"Ya sejarah singkatnya seperti konservasi penyu di Pantai Goa Cemara sehingga ikon Pantai Goa Cemara yang ada di pintu masuk pantai ada ikon penyunya," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest Travel Jogja

See More