9 Gunung di Indonesia Dipilih Jadi Nama Kereta Api, Ini Sejarahnya

Siapa yang suka naik kereta api? Selain anti macet dan nyaman, tarifnya juga masih ramah di kantong untuk perjalanan antarkota.
Tapi, pernahkah kamu memperhatikan nama kereta api yang dipilih punya latar belakang unik? Ada yang dinamai berdasarkan sungai, dan banyak juga yang menggunakan nama gunung di Indonesia. Mau tahu kereta apa saja yang terinspirasi dari nama gunung?
1. KA Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi - Gambir)
KA Argo Bromo Anggrek pertama kali diluncurkan pada tahun 1997, tepatnya tanggal 29 September. Nama ini berasal dari dua kata, yakni Bromo yang merupakan gunung berapi aktif, sedangkan Anggrek adalah tanaman bunga asli Indonesia.
Kereta ini telah dilengkapi bogie CL243 bolsterless (KZ) yang dapat melaju hingga 120 km per jam.
2. KA Argo Sindoro (Semarang Tawang - Gambir PP)

Nama KA Argo Sindoro terinspiasi dari gunung berapi yang berlokasi di bagian timur Kabupaten Wonosobo dan sebelah barat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yakni Gunung Sindoro. Nama Sindoro juga berasal dari bahasa Sansekerta, yakni 'sundara' yang artinya indah.
3. KA Argo Lawu (Solo Balapan - Gambir PP)

KA Argo Lawu dikenal sebagai kereta kelas eksekutif dan luxury yang melayani rute Solo Balapan - Gambir dan sebaliknya. Nama kereta api ini diambil dari Gunung Lawu yang secara administratif terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Penyanyi campur sari Cak Diqin, pernah menciptakan lagu berjudul 'Sepur Argo Lawu', yang liriknya menyebut nama KA Sri Tanjung, Argo Bromo Anggrek, dan tentu saja Argo Lawu.
4. KA Argo Muria (Semarang Tawang - Gambir PP)

Kereta api Argo Muria adalah kereta api eksekutif dengan relasi perjalanan Semarang Tawang - Gambir. Kereta ini pertama kali diresmikan pada tahun 1997 dengan frekuensi keberangkatan sebanyak tiga kali dalam satu hari. Nama Muria yang digunakan berasal dari gunung berapi Gunung Muria yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
5. KA Argo Wilis (Surabaya Gubeng - Bandung)
Kereta api Argo Wilis melayani perjalanan dengan rute Gubeng, Surabaya - Bandung dengan jarak sejauh 696 KM atau dalam waktu tempuh 9 jam 54 menit. Kereta ini berangkat pagi dan baru tiba menjelang malam.
Penamaan kereta api tersebut terinspirasi dari gunung berapi nonaktif, Gunung Wilis yang terletak di tenggara Kabupaten Madiun dan selatan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
6. KA Cikuray (Garut - Pasar Senen)
KA Cikuray merupakan kereta api kelas ekonomi yang memiliki rute perjalanan dari Garut - Pasar Senen, yang hanya memiliki satu jadwal perjalanan setiap harinya. Awalnya, Kereta api Cikuray terdaftar dalam Grafik Perjalanan Kereta Api 2021 dengan rute Garut - Gambir, lalu relasi diubah menjadi rute Pasar Senen-Garut sejak 25 Maret 2022.
Nama kereta api tersebut terinspirasi dari Gunung Cikuray yang merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
7. KA Ciremai (Bandung - Semarang Tawang)
Kereta api Ciremai adalah kereta yang melayani penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus. Nama kereta api ini diambil dari nama Gunung Ciremai yang merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Barat.
8. KA Pangrango (Bogor - Sukabumi PP)

Kereta api Pangrango merupakan kereta api dengan layanan penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium dengan relasi Sukabumi–Bogor. Pertama kali mulai beroperasi pada 9 November 2013 dengan tujuan menggantikan layanan kereta api Bumi Geulis yang telah berhenti masa operasionalnya sejak 15 Desember 2012.
Nama Pangrango diambil dari Gunung Pangrango yang berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango yang terletak di Provinsi Jawa Barat.
9. KA Malabar (Bandung - Malang)
Kereta api Malabar merupakan kereta api antarkota dengan rute Bandung - Malang yang dalam sehari melakukan satu kali keberangkatan. Rute KA Malabar pernah diperpanjang sampai Stasiun Pasar Senen pada tahun 2019, lalu dikembalikan pada rute semula pada 2020. Nama Malabar diambil dari nama Gunung Malabar yang berada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Selain nama kereta di atas yang menggunakan nama gunung atau dalam Bahasa Jawa disebut argo, ada juga KA Argo Lawu, dan Argo Dwipangga tujuan Gambir - Solo Balapan. KA Argo Wilis dan Arfo Semeru tujuan Bandung - Surabaya.
















