Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Reservasi Kunjungan ke Gedung Agung Yogyakarta, Gratis!
Istana Kepresidenan Yogyakarta. IDN Times/Tunggul Damarjati
  • Gedung Agung Yogyakarta dulunya kantor residen Belanda tahun 1824, lalu jadi Istana Kepresidenan saat ibu kota pindah ke Jogja pada 1946 dan masih aktif dipakai hingga kini.
  • Kunjungan ke Gedung Agung wajib reservasi online gratis lewat program ISTURA dengan empat tahap pendaftaran, termasuk unggah surat permohonan dan menunggu konfirmasi via WhatsApp.
  • Selama kunjungan, pengunjung wajib berpakaian sopan, tidak membawa makanan atau kamera profesional, serta mengikuti tur sejarah, museum, dan perpustakaan sesuai arahan petugas istana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Coba tengok ujung selatan Malioboro lain kali kamu lewat sana. Ada bangunan putih bergaya kolonial yang sering terlewat begitu saja padahal statusnya gak main-main, yaitu Istana Kepresidenan Yogyakarta, atau yang lebih dikenal warga lokal dengan nama Gedung Agung.

Sayangnya kamu gak bisa asal nyelonong masuk seperti ke spot foto Malioboro lainnya. Gedung ini masih aktif dipakai negara, sehingga siapa pun yang ingin berkunjung wajib mengantongi izin dulu lewat reservasi online program ISTURA (Istana Untuk Rakyat).

Berikut rangkumannya: sejarah singkat gedung, tahapan reservasi kunjungan Gedung Agung, sampai aturan yang harus ditaati begitu sampai di lokasi.

1. Sejarah Singkat Gedung Agung Yogyakarta

Jenderal Sudirman, Bung Karno, Sri Sultan Hamengku Buwana IX, dan sejumlah pejabat negara lain berfoto di teras gedung induk, Istana Kepresidenan Yogyakarta, 1948. (instagram.com/istanakepresidenanyogyakarta)

Bangunan ini awalnya bukan istana, melainkan kantor residen Belanda yang dibangun tahun 1824 atas perintah Anthonie Hendriks Smissaert. Bentuk yang berdiri sekarang pun sebenarnya hasil bangun ulang, menyusul gempa dahsyat tahun 1867 yang meruntuhkan struktur lamanya.

Peran gedung ini berubah drastis begitu Indonesia baru merdeka. Saat ibu kota negara terpaksa dipindah ke Yogyakarta pada 1946, Gedung Agung jadi pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal Presiden Soekarno di tengah gejolak revolusi.

Fungsi itu bertahan sampai sekarang, meski dengan peran yang lebih formal. Presiden RI masih memakainya untuk transit kerja ke Jogja, melantik pejabat daerah, menerima tamu negara, hingga menggelar upacara kenegaraan.

2. Cara reservasi kunjungan Gedung Agung lewat ISTURA

Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung. (Dok. Humas Pemda DIY)

Satu-satunya jalan resmi masuk ke Gedung Agung adalah lewat pendaftaran online ISTURA. Programnya gratis dan terbuka luas: anak sekolah, mahasiswa, keluarga, komunitas, sampai pendaftar perorangan bisa ikut, asal ada satu orang yang jadi koordinator penanggung jawab.

Alur pendaftarannya ada empat tahap:

  1. Cek jadwal yang tersedia. Kalender booking dibuka untuk rentang dua bulan ke depan. Pilih tanggal dan sesi yang masih kosong. Kunjungan hanya dilayani hari kerja, Senin sampai Jumat, dengan dua sesi: 08.00-11.00 WIB dan 13.00-14.00 WIB.

  2. Lengkapi formulir online. Isi data koordinator kunjungan, mulai dari nama, NIK, nomor WhatsApp yang aktif, asal instansi atau kelompok, sampai perkiraan jumlah peserta.

  3. Unggah surat permohonan. Format file yang diterima PDF, JPG, atau PNG, dengan ukuran maksimal 5 MB.

  4. Tunggu konfirmasi via WhatsApp. Tim admin akan mengabari status pendaftaranmu, baik disetujui, ditolak, maupun ditawari jadwal alternatif.

Soal surat permohonan, syaratnya gak seragam untuk semua orang. Kalau kamu mendaftar atas nama instansi, sekolah, atau organisasi resmi, surat wajib pakai kop dan cap basah. Sementara pendaftar individu, keluarga, atau komunitas santai cukup membuat surat sederhana yang ditandatangani koordinator saja, tanpa kop atau stempel.

Isi surat itu sendiri harus jelas mencantumkan tujuan kunjungan, tanggal dan sesi yang diminta, jumlah rombongan, plus tanda tangan penanggung jawab. Supaya prosesnya lancar, ajukan permohonan setidaknya lima hari sebelum tanggal kunjungan (H-5). Waktu tunggu konfirmasi biasanya cepat, sekitar satu hari, tapi bisa molor sampai tiga hari kerja kalau permohonan sedang menumpuk.

Satu catatan tambahan buat rombongan besar: kapasitas nyaman satu kloter kunjungan ada di angka 75 orang. Lebih dari itu bukan masalah, sistem akan otomatis membagi ke beberapa kloter, dan kamu tetap bisa berkoordinasi langsung dengan admin lewat WhatsApp. Semua proses reservasi kunjungan Gedung Agung ini bisa langsung diakses di laman resmi ISTURA Yogyakarta: www.isturaiky.page.

3. Tata tertib selama kunjungan ke Gedung Agung

gambar Gedung Agung tempat di mana Presiden Soekarno berkantor selama di Yogyakarta (commons.m.wikimedia.org/Pinerineks)

Statusnya sebagai istana negara aktif bikin aturan main di sini jauh lebih ketat dibanding tempat wisata pada umumnya. Berikut daftar tata tertib yang wajib dipatuhi:

  • Berpakaian sopan, rapi, dan bersepatu.

  • Dilarang mengenakan kaos oblong, celana jeans, dan celana pendek.

  • Dilarang membawa makanan & minuman.

  • Dilarang parkir dalam Istana.

  • HP dan kamera profesional dititipkan koordinator kunjungan.

  • Dilarang mengambil gambar di dalam museum dan area dalam gedung induk.

  • Kunjungan akan didokumentasikan pihak istana dan link akan dikirimkan melalui koordinator kunjungan.

  • Dimohon mengisi kuisoner dan penilaian.

Selain daftar di atas, pengunjung juga diwajibkan mengikuti arahan petugas dan pemandu sejak masuk gerbang kompleks di Jalan Malioboro. Ada baiknya kamu sebarkan aturan ini ke seluruh anggota rombongan sebelum hari-H, biar kunjungan berjalan lancar tanpa insiden ditegur di lokasi.

4. Aktivitas yang bisa dilakukan saat kunjungan di Gedung Agung

Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta (instagram.com/istanakepresidenanyogyakarta)

Setelah reservasi disetujui, kunjungan biasanya berjalan mengikuti empat rangkaian berikut:

  • Penyambutan. Petugas memberi pengarahan singkat, dilanjutkan sesi foto bersama di pelataran wapres.

  • Cerita sejarah Gedung Agung. Pemandu mengisahkan latar belakang gedung sambil mengajak rombongan berfoto di depan gedung induk.

  • Tur museum. Rombongan diajak berkeliling melihat koleksi lukisan dan benda seni milik Istana Kepresidenan Yogyakarta.

  • Waktu di perpustakaan. Sesi santai membaca koleksi buku Gedung Agung, sekaligus istirahat sejenak sebelum kunjungan berakhir.

Jadi jangan bayangkan kunjungan ini cuma soal cari spot foto. Kamu benar-benar akan berdiri di ruang-ruang yang dulu jadi tempat Soekarno menjalankan roda pemerintahan, bukan sekadar lewat cerita di buku sejarah.

Itulah panduan lengkap wisata sejarah Jogja ke Gedung Agung, mulai dari sejarah singkatnya, cara reservasi kunjungan Istana Kepresidenan Yogyakarta lewat ISTURA, tata tertib, sampai aktivitas yang menanti di dalamnya. Yuk, siapkan surat permohonan dari sekarang dan ajak rombonganmu merasakan langsung suasana istana negara yang selama ini cuma terlihat dari balik pagar Malioboro!

Editorial Team

Related Article