Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Museum di Jogja untuk Stamp Hunter, Siapkan Bukumu!
Ilustrasi museum stamp di jogja (Dok.pribadi/Dyar Ayu)
  • Tren stamp hunting di museum Jogja makin populer karena mengubah kunjungan sejarah jadi aktivitas interaktif dan seru, terutama bagi pencinta journaling dari kalangan milenial dan Gen Z.
  • Museum dan Cagar Budaya meluncurkan Museum Passport Indonesia pada Juni 2026 seharga Rp89 ribu, memudahkan pengunjung mengoleksi stempel unik dari berbagai museum dan cagar budaya.
  • Ada enam museum di Jogja yang bisa dikunjungi untuk berburu stempel, seperti Keraton Yogyakarta, Vredeburg, hingga Museum Sandi, dengan proses cap gratis setelah tur selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini tren museum stamp hunting ramai dilakukan di berbagai kota besar, termasuk di Jogja. Aktivitas berburu stempel museum ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap tempat bersejarah menjadi lebih seru dan interaktif.

​Bagi pencinta journaling, membawa buku stempel museum saat jalan-jalan memberikan kepuasan tersendiri seperti sebuah sebuah misi.

Nah, kamu gak perlu bingung harus mulai dari mana karena saat ini sudah banyak pilihan tempat bersejarah yang ramah kolektor. Yuk, simak beberapa rekomendasi museum untuk stamp hunting di Jogja berikut ini. Siapkan buku catatanmu!

1. Apa itu stamp hunter yang lagi viral?

Saat ini liburan ke tempat bersejarah bukan lagi sekadar jalan-jalan atau hanya berfoto. Ada keseruan lain yang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih berkesan, yaitu berburu stempel khas di setiap lokasi. Aktivitas ini dikenal dengan istilah stamp hunter, yaitu sebutan bagi orang-orang yang menjadikan setiap cap sebagai penanda perjalanan.

Tren berburu stempel museum ini terinspirasi dari budaya populer di luar negeri yang kini mulai berkembang di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Eki Stamp di Jepang. Kegiatan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, di mana para pelancong mengoleksi stempel dari berbagai stasiun sebagai bukti perjalanan antarkota. Agar koleksinya tersimpan rapi, mereka biasa membawa buku stempel atau jurnal pribadi yang lambat laun berubah menjadi kenang-kenangan berisi jejak perjalanan.

Aktivitas ini juga semakin populer berkat komunitas kreatif dan pencinta art journaling di berbagai daerah. Mereka gak hanya saling berbagi rekomendasi museum, tapi juga mengadakan jalan-jalan bersama demi berburu stempel. Karenanya, aktivitas ini ikut meramaikan kembali wisata sejarah dan membuat suasana museum terasa lebih hidup, dan dinamis, bagi milenial hingga Gen Z.

2. Viral Museum Passport Indonesia

Museum Passport Indonesia (instagram.com/museumnasionalindonesia)

Ada kabar gembira bagi stamp hunter. Museum dan Cagar Budaya (MCB) meenrbitkan Museum Passport Indonesia. Buku ini sebagai media untuk mengumpulkan stempel dari berbagai museum dan cagar budaya. Konsepnya mirip seperti paspor perjalanan. Kamu juga bisa mengoleksi stempel unik dari setiap destinasi yang dikunjungi.

Program Museum Passport Indonesia resmi diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional 2026 dan mulai tersedia untuk publik pada pertengahan Juni 2026. Kehadirannya membuat aktivitas museum stamp hunting menjadi lebih praktis karena semua koleksi stempel dapat tersimpan dalam satu buku. Setiap cap yang terkumpul tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga merekam perjalanan menjelajahi sejarah, seni, dan budaya di berbagai daerah.

Museum Passport Indonesia saat ini bisa dibeli di toko suvenir resmi atau IHA Shop yang tersedia di sejumlah museum di bawah pengelolaan MCB. Buku ini dijual dengan harga sekitar Rp89 ribu.

3. Museum stempel di Jogja

Untuk saat ini terdapat enam museum di Jogja yang bisa dijadikan lokasi berburu cap estetik tersebut, yaitu:

  • Museum Keraton Yogyakarta di Jalan Rotowijayan, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

  • Museum Wahanarata di Rotowijayan, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

  • Museum Sandi di Jalan Faridan M Noto Nomor 21, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta

  • Museum Pleret di Pleret, Kedaton, Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul

  • Museum Benteng Vredeburg di Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Ngupasan, Kecamatan. Gondomanan, Kota Yogyakarta

  • Museum Perjuangan Indonesia di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 24, Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta

4. Cara mendapatkan stamp dari museum

Museum Kereta Keraton Jogja (instagram.com/wahanarata)

Untuk bisa membawa pulang cap yang estetis ini, cara ikutannya gak ribet. Langkah pertama, kamu cukup berkunjung ke beberapa museum, jangan lupa untuk menyiapkan dan membawa Museum Passport milikmu atau bisa menggunakan buku jurnaling mu.

Ikuti tur dan nikmati kunjungan museum dengn seksama, ya. Lalu, di akhir perjalanan datangi petugas dan menunjukkan paspor tersebut untuk mendapatkan cap resmi di halaman bukumu. Menariknya lagi, aktivitas pengumpulan stempel ini bisa kamu dapatkan gratis tanpa ada biaya tambahan.

Begitu cap pertama sudah berhasil didapatkan, kamu siap melanjutkan petualangan seru ini untuk melengkapi koleksi dari museum lainnya. Selamat mencoba dan berburu cap di tiap museum!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article