Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ze Valente Mainkan Laga ke-100 di Liga 1 Indonesia, Ini Komentarnya

Ze Valente dalam pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Borneo FC.
Ze Valente dalam pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Borneo FC. (instagram.com/psimjogja_official)
Intinya sih...
  • Persaingan pemain sangat ketat di tim. Ze Valente harus membuktikan kualitasnya agar tidak tergeser oleh nama baru.
  • Motivasi terbesar datang dari ayah. Pesan untuk tampil maksimal selalu ia ingat setiap melangkah ke lapangan hijau.
  • Nikmati setiap tekanan. Ze memilih untuk tetap rileks dan menikmati setiap momen pertandingan layaknya seorang anak kecil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Pemain PSIM Jogja Ze Valente genap memainkan pertandingan ke-100 di Liga Indonesia, Super League saat Laskar Mataram menjamu PSBS Biak pada 29 Desember 2025 lalu di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Ze mengaku bangga bisa bertahan lama dalam kompetisi yang menurutnya menuntut standar tinggi setiap pekannya.

“Itu hanya sebuah angka, tapi saya pikir di liga seperti Indonesia, memainkan 100 pertandingan selalu terasa spesial karena ini bukan liga yang mudah untuk bisa bertahan selama itu,” kata Ze, Kamis (8/1/2026).

1. Persaingan pemain sangat ketat di tim

ze valente.jpg
Ze Valente memperkuat PSIM Yogyakarta (psimjogja.id)

Mantan pemain PSS Sleman ini menyadari ketatnya persaingan untuk mengamankan tempat utama di dalam tim. Ia harus terus membuktikan kualitasnya di atas lapangan agar tidak tergeser oleh nama baru.

“Kami sangat bergantung pada performa, jika tidak tampil baik, anda akan diganti. Jadi saya percaya angka ini menunjukkan seberapa besar dedikasi saya pada sepak bola,” kata pemain asal Portugal ini.

Dirinya membeberkan kunci utama agar bisa awet berkarier di kompetisi Liga Indonesia. “Kondisi fisik prima, kualitas teknik, dan konsistensi adalah hal tersulit. Anda tidak akan bertahan di Indonesia jika tidak memahami ketiga pilar ini,” jelasnya.

2. Motivasi terbesar datang dari ayah

Ze mengaku motivasi terbesar untuk tampil maksimal datang dari sang ayah sejak ia masih belia. Pesan tersebut selalu ia ingat setiap melangkah ke lapangan hijau pada hari pertandingan.

“Sejak saya masih sangat muda, ayah saya berkata, satu-satunya cara kamu bisa mengubah hidupmu adalah dengan membuat perbedaan di hari Minggu atau hari pertandingan,” jelasnya.

Pemain kelahiran 14 Mei 1994 tersebut menyetujui hal tersebut dan mengatakan, “Tidak ada yang peduli soal latihan untuk menjaga kebugaran. Anda harus melakukan itu untuk diri sendiri. Dan di hari pertandingan, saat itulah mereka akan menilai.”

3. Nikmati setiap tekanan

Ze Valente sebelumnya pernah di PSS Sleman. (Instagram.com/pssleman)
Ze Valente sebelumnya pernah di PSS Sleman. (Instagram.com/pssleman)

Disinggung soal suporter, Ze memiliki pandangan unik mengenai tekanan dari pendukung maupun manajemen. Ia memilih untuk tetap rileks dan menikmati setiap momen pertandingan layaknya seorang anak kecil.

“Saya menghargai hal itu (tekanan).Dan saya akan tetap menjadi orang yang sama, menikmati sepak bola layaknya seorang anak kecil, atau setidaknya mencoba untuk itu,” ungkapnya.

Fokus utamanya kini adalah membantu PSIM Jogja bertahan di Super League. “Target saya adalah mempertahankan PSIM di kasta tertinggi, itu sangat jelas bagi saya,” tegas Ze.

“Saya ingin mencapai sebanyak mungkin selama saya merasa dihargai di sini. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi tahun demi tahun. Tapi jika saya bisa mencapai angka 200 pertandingan di liga ini, saya akan sangat senang,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More

Skuad PSIM Jogja Pincang Saat Melawan Madura United

09 Jan 2026, 19:13 WIBSport