Tumbang di Markas Tornado FC, PSS Sleman Gagal Pepet Barito Putera

- Kebobolan lewat gol penalti, main dengan 10 orang pemain
- Saling balas gol di babak kedua
- PSS gagal pangkas jarak dengan Barito Putera
Sleman, IDN Times - PSS Sleman tumbang saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC dalam laga lanjutan Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Sriwedari, Kendal, Jawa Tengah, Senin (5/1/2026).
Pada laga tersebut, PSS bermain dengan 10 orang pemain menjelang akhir babak pertama. Mereka juga tampil tanpa beberapa pilar penting, seperti Cleberson Souza dan Frederic Injai yang mengalami cedera.
1. Kebobolan lewat gol penalti, main dengan 10 orang pemain
Kedua tim bermain saling serang sejak menit awal laga. PSS yang mengandalkan dua pemain sayapnya, Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri beberapa kali mencoba membangun serangan. Namun belum ada satu pun yang membahayakan gawang Tornado FC.
Duet Kanu Helmiawan dan Kim Kurniawan di lini tengah juga terlihat kurang efektif untuk menjebol rapatnya lini belakang lawan. Sementara tim tuan rumah justru lebih mengancam lewat terobosan Patcrik Cruz dan Felipe Ryan.
Tornado FC akhirnya berhasil memimpin di pertengahan babak pertama. Bermula dari manuver Cruz di sisi kanan pertahanan PSS., ia dijatuhkan Kanu saat merangsek ke area kotak penalti di menit ke-25.
Wasit kemudian menunjuk titik putih setelah melakukan pengecekan VAR. Cruz yang ditunjuk sebagai eksekutor, sukses menceploskan bola ke gawang PSS yang dijaga Ega Rizky. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Tornado FC.
PSS berupaya meningkatkan intensitas serangan, sayang mereka harus bermain dengan 10 orang pemain setelah bek PSS, Ferrel Arda diusir wasit karena mendapat kartu kuning kedua.
2. Saling balas gol di babak kedua

Babak kedua bergulir, PSS langsung melakukan dua pergantian pemain. M. Kanu dan Terens Puhiri ditarik keluar digantikan Fadhilah Aziz dan Ichsan Pratama.
Setelah berbagai upaya membangun serangan, PSS mampu mencetak gol di menit ke-54. Gol bermula dari sapuan pemain Tornado FC yang disundul pemain PSS. Bola langsung mengarah ke Gustavo Tocantins di area kotak penalti tim tuan rumah.
Gustavo yang lolos dari pengawalan menendang ke arah sudut sempit gawang Tornado FC yang dijaga Try Hamdani. Si kulit bundar tak mampu dihalau, skor berubah sama kuat 1-1.
PSS meningkatkan intensitas serangan setelahnya. Tapi, mereka justru kembali kebobolan di menit ke-60 lewat gol Juan Morales.
Gol berawal dari sepak pojok untuk Tornado FC. Bola hasil sapuan pemain PSS malah tepat mendarat di kaki Juan Morales. Bola tendangannya tak mampu dihalau Ega. Skor 2-1 untuk keunggulan skuad asuhan Stefan Keeltjes.
Gustavo Tocantins sempat menyarangkan bola ke gawang Tornado FC di menit ke-79. Sayangnya, gol itu dianulir wasit berdasarkan pengecekan VAR. Bola terlebih dahulu mengenai tangan Ichsan Pratama sebelum ditendang Gustavo.
Di penghujung laga, gol Patcrik Cruz di menit ke-90+3 dianulir wasit, karena ada salah satu rekannya yang dalam posisi offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tak berubah.
3. Gagal pangkas jarak dengan Barito
Hasil negatif ini membuat PSS gagal memperkecil jarak dengan Barito Putera yang kini duduk sebagai pemuncak klasemen grup B.
Barito mengoleksi 34 poin setelah pada laga terakhirnya mampu melibas Persiku Kudus. Sementara PSS kini mengemas 30 poin.
Pada pekan selanjutnya, PSS akan menjamu PSIS Semarang yang masih berkutat di papan bawah klasemen sementara.















