Tanpa 5 Pemain Inti, Ini Strategi PSIM Hadapi Madura United

- PSIM Jogja waspada terhadap performa meningkat Madura United setelah pergantian pelatih.
- Pelatih PSIM Jogja menyadari kesulitan menghadapi lawan dengan strategi bertahan total.
- Meski menghadapi kendala teknis, PSIM Jogja tetap akan memainkan tim terbaiknya untuk laga besok.
Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja tidak akan diperkuat lima pemain inti karena akumulasi kartu dan cedera saat melawat ke kandang Madura United FC, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Sabtu(10/1/2025).
Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengaku dengan absennya beberapa pemain menjadikan pertandingan melawan Madura United menjadi tidak mudah bagi tim asuhannya.
“Bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sulit lagi karena kami masih memiliki pemain yang absen. Jadi para pemain yang menit bermainnya sedikit bisa menunjukkan kemampuan mereka lagi,” katanya, Jumat (9/1/2026).
1. Waspadai kebangkitan tuan rumah
Selain itu, kewaspadaan pelatih berkebangsaan Belanda ini meningkat mengingat performa tuan rumah sedang dalam tren menanjak pasca pergantian pelatih kepala.
“Madura setelah pelatihnya berganti, saya pikir mereka mulai bermain lebih baik. Mereka mengumpulkan lebih banyak poin, jadi bagi kami ini akan menjadi tantangan lagi,” kata Van Gastel.
2. Sulit lawan tim bertahan total
Van Gastel juga menyoroti kesulitan timnya saat menghadapi lawan dengan strategi bertahan total atau low block.
“Setiap tim dengan blok rendah memang sulit dikalahkan. Bahkan bagi Barcelona, tim seperti Real Madrid pun sulit dikalahkan (jika bertahan total),” jelas Van Gastel memberikan analogi.
I“Jika dalam blok rendah garis pertahanan lawan ada di dalam kotak penalti, tidak ada ruang untuk berlari. Pada dasarnya Anda hanya bisa menembak, dan menembak bukan bagian terbaik dari permainan kami,” jelasnya.
3. Tetap mainkan tim terbaik
Meski menghadapi cukup banyak kendala teknis jelang laga, Van Gastel menegaskan tetap akan memainkan tim terbaiknya untuk laga besok.
“Saya hanya ingin menang. Saya bermain setiap saat dengan tim terkuat saya,” katanya.















