PSIM Lawan Persijap Jepara Berakhir Seri, Seto: Kurang Beruntung

- PSIM Jogja berhasil mencuri satu poin dari Persijap Jepara dalam pertandingan tandang.
- Pelatih Seto Nurdiyantoro bersyukur atas hasil imbang, meski mengaku timnya memiliki banyak peluang.
- Rafinha dijaga ketat oleh lawan, sehingga pemain lain diharapkan muncul dengan inisiatif yang baik.
Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja mencuri satu poin dari laga tandang melawan Persijap Jepara dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kebo Giro, Sabtu (7/12/2024). Laga kedua tim berakhir dengan skor 0-0.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal dan diiringi hujan deras mulai menit ke-20. Akibatnya, lapangan cukup tergenang sehingga laju bola cukup lambat.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro, mengungkapkan meski tidak meraih tiga poin, ia bersyukur atas hasil yang diraih timnya.
“Yang pertama, alhamdulillah kami bisa diberi poin oleh Persijap. Jadi, kami tidak mencuri, karena kedermawanan Persijap. Karena Persijap pengen menang, kami pengen menang, akhirnya dibagi (poinnya),” kata Seto dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
1. Laga berjalan menarik

Menurut Seto laga antara PSIM melawan Persijap berjalan menarik. “Yang kedua, pertandingan sebenarnya cukup menarik. Silih berganti saling menyerang. Di babak pertama dan babak kedua kami banyak peluang, tapi sayangnya keberuntungan belum memihak. Tapi apapun itu, menjadi evaluasi bagi kami,” tambahnya dikutip laman resmi klub.
2. Pemain telah berjuang maksimal

Seto tak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah berjuang maksimal di lapangan.
“Pada pertandingan sore ini pemain juga tampil cukup baik, mempunyai motivasi tersendiri. Harapannya, ini ke depan terus. Saya pikir, Persijap sore ini juga tampil cukup bagus. Jadi, masih imbang saya pikir,” ungkap Seto.
Disinggung mengenai performa Rafinha yang beberapa kali memiliki peluang emas, Seto mengatakan pemain asing itu dijaga ketat. “Rafinha punya banyak peluang, tapi sayangnya belum bisa menyelesaikan dengan baik. Artinya, kalau Rafinha dijaga ketat, harapannya muncul inisiatif dari pemain lain, ” ujar mantan pemain Timnas Indonesia itu.
3. Satu poin untuk melangkah ke depan

Sementara itu, pemain PSIM Jogja, Rio Hardiawan, berpendapat yang sama dengan Seto. Pemain belakang Laskar Mataram itu juga merasa bersyukur dengan hasil yang diraih timnya. “Saya rasa satu poin penting bagi kami untuk melangkah ke depan. Harus kami syukuri,” ungkap Rio.
Dengan hasil ini, PSIM Jogja tetap berada di posisi kedua klasemen sementara grup tengah Pegadaian Liga 2. Laskar Mataram akan kembali melakoni pertandingan kandang pada pekan depan dengan melawan Persipa Pati (15/12/2024