PSIM Antisipasi Kebocoran Laga Derbi Mataram, Siapkan 9 Ribu Tiket

- Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menyiapkan 9 ribu tiket untuk laga kontra Persis Solo besok di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
- Panpel PSIM memaksimalkan penjualan tiket melalui dua wadah suporter resmi PSIM untuk mencegah kebocoran tiket ke pendukung tim tamu.
- PSIM Yogyakarta membutuhkan dukungan semua pihak dan pecinta sepak bola pendukung PSIM agar tetap mendapatkan kuota penonton pada laga-laga selanjutnya.
Yogyakarta, IDN Times - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta mengantisipasi kebocoran tiket untuk laga kontra Persis Solo dalam pekan lanjutan Super League, Jumat (6/2/2026) besok.
Laga bertajuk Derbi Mataram itu sesuai jadwal akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat sore besok.
1. Siapkan 9 ribu tiket
Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan kuota tiket untuk laga besok telah ditentukan sebanyak 9 ribu, terbagi atas 8.500 untuk tribun terbuka dan sisanya buat tribun tertutup. Ini termasuk complement pertandingan untuk pemain dan ofisial tim, sponsor, serta tamu undangan.
"Saya diminta presentasi berkaitan rencana pengamanannya, sebelum rekomendasi jumlah penonton keluar. Alhamdulillah sudah keluar di angka 9 ribu," kata Wendy.
Proses perizinan untuk laga besok, kata dia, sejauh ini masih terus berjalan dengan berbagai syarat tambahan yang bertujuan untuk keamanan.
"Kita butuh banyak dokumen tambahan yang diminta pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan pertandingan berjalan dengan aman. Karena terbukti di pertandingan sebelumnya itu banyak suporter tim tamu di sekitaran Stadion Sultan Agung," papar Wendy.
2. Cegah kebocoran tiket ke pendukung tim tamu

Wendy mengatakan, pihaknya juga mematangkan skema pendistribusian tiket demi memastikan keamanan selama pertandingan berlangsung. Tujuannya, demi menyaring pembeli tiket agar tidak jatuh ke tangan pendukung tim tamu.
Kebijakan khusus pun diambil dengan memaksimalkan penjualan tiket via dua wadah suporter resmi PSIM, seperti laga sebelumnya melawan Persebaya Surabaya lalu.
"Sistem penjualan tiket lewat dua wadah suporter ini akan lebih bisa terfilter. Kita diminta untuk meminimalkan kebocoran tiket untuk suporter tim tamu," kata Wendy.
Menurut Wendy, penjualan tiket secara daring tetap jadi pilihan, tapi situasional tergantung ketersediaan kuota. Apabila alokasi pada masa presale melalui wadah suporter masih sisa, tiket baru akan dikembalikan ke sistem kanal digital.
"Pilihan online tetap ada kalau nantinya kuota dua wadah suporter ini di presale hari pertama dan kedua tidak habis. Kalau misal habis, penjualan daring hanya tersedia untuk kelas VIP melalui Brimo di H-1 pertandingan," terangnya.
Wendy juga memastikan bahwa tribun pada Gate 9 dan 10 sudah terakomodasi lewat koordinasi dengan wadah suporter. Fasilitas bagi penonton di sisi timur serta utara sudah dipastikan statusnya untuk laga besok.
3. Butuh dukungan demi tetap kebagian kuota
Harapan panpel, pertandingan bertajuk derbi tersebut dapat menjadi bukti kelayakan PSIM menyelenggarakan laga besar lewat serangkaian kebijakan yang diterapkan tadi.
Dukungan seluruh elemen pendukung sangat diperlukan supaya Laskar Mataram tetap mendapatkan kuota penonton pada laga-laga selanjutnya.
"Jaminan keamanan dibutuhkan Panpel dan manajemen PSIM untuk bisa mendapatkan kuota di pertandingan selanjutnya. Ini semua tidak akan mungkin bisa tanpa dukungan semua pihak dan pecinta sepak bola pendukung PSIM," pungkas Wendy.















