Pieter Huistra Sayangkan Laga PSS Sleman Vs Persis Tanpa Penonton
- PSS vs Persis Solo digelar di Stadion Jatidiri, Semarang
- Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra menyayangkan laga tanpa penonton karena fanatisme suporter penting untuk memotivasi para pemain
- Huistra meyakinkan bahwa PSS dalam kondisi siap tempur melawan Persis setelah kemenangan atas Persita Tangerang memberikan suntikan semangat dan menemukan ritme permainan
Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra menyayangkan laga timnya melawan Persis Solo, tanpa kehadiran penonton. PSS selaku tuan rumah dalam pekan lanjutan Liga 1 2024/2025 akan menjamu Persis di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025).
1. Kecewa suporter tak bisa hadir

Huistra menyayangkan laga dihelat tanpa penonton yang baginya menjadi salah satu elemen dalam setiap pertandingan sepak bola.
"Ya, sayang sekali kami harus main tanpa dukungan suporter, karena menurut pandangan saya dalam sepakbola saya harus main dengan dukungan suporter," kata Huistra, Senin (10/3/2025).
Fanatisme suporter menurut pelatih asal Belanda tersebut penting untuk memotivasi para pemain. Momen aksi PSS fans yang membanjiri Indomilk Arena, markas Persita Tangerang pekan lalu, masih membekas di ingatannya.
"Senang sekali rasanya saat laga lawan Persita ada banyak suporter yang datang, bahkan kelihatannya kita punya lebih banyak suporter saat itu ketimbang tim tuan rumah. Saya pikir itu sangat istimewa," imbuh Huistra.
2. Suporter jadi alasan Huistra berlabuh ke PSS

Menurut Huistra, tekad dan semangat para PSS fans dalam mendukung tim kesayangannya tak perlu diragukan lagi. Alasan itu juga mendasarinya untuk menerima tawaran menakhodai Super Elang Jawa.
"Itulah yang ada di benak saya waktu saya datang ke Sleman, karena PSS terkenal dengan dukungan suporternya," ucap Huistra.
3. Kemenangan atas Persita bak doping buat PSS

Terlepas dari situasi itu, Huistra meyakinkan bahwa PSS dalam kondisi siap tempur melawan Persis. Walau juga tak punya waktu banyak untuk persiapan sejak pertandingan kontra Persita Tangerang, Jumat (7/3/2025). Dalam waktu yang cukup singkat, Huistra harus mengatur pasukannya untuk memulihkan kebugaran, mematangkan strategi sebelum berangkat ke Semarang. Menurutnya kemenangan atas Persita banyak membantu memberikan suntikan semangat dan menemukan ritme permainan pascakekalahan enam kali beruntun.
"Tentu setiap kali anda memenangi laga sepak bola, rasanya bak sebuah doping, semuanya merasa positif. Ya, sudah cukup lama rasanya berkutat pada tren negatif. Sekarang tren kami sedang bagus dan kami ingin menjaganya," pungkas Huistra.