Pemain Muda PSIM Iksan Chan Dipinjamkan ke Bekasi City

- Kebijakan diambil karena persaingan di sektor sayap Laskar Mataram terbilang cukup ketat pada kompetisi musim ini.
- Peminjaman ke Liga 2 diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda
Yogyakarta, IDN Times - Manajemen PSIM Jogja secara resmi meminjamkan winger muda Laskar Mataram, Iksan Chan, ke FC Bekasi City untuk sisa kompetisi musim ini.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan langkah ini diambil manajemen demi kebaikan karier sang pemain. “Betul, kami membenarkan PSIM meminjamkan Iksan Chan ke salah satu tim di Liga 2 (Pegadaian Championship) untuk kepentingan jam terbang,” kata Razzi dikutip laman resmi klub, Kamis (8/1/2026).
Iksan bukan satu-satunya pemain Laskar Mataram yang dilepas dengan status pinjaman pada jendela transfer kali ini. Sebelumnya, beberapa nama turut meramaikan bursa transfer PSIM.
“Jadi yang keluar baru Rafinha ke PSIS Semarang, lalu Diandra kita pinjamkan ke Bekasi dan Iksan juga kita pinjamkan ke Bekasi,” kata Razzi.
1. Persaingan sektor sayap sangat ketat
Menurut Razzi, kebijakan itu diambil karena persaingan di sektor sayap Laskar Mataram terbilang cukup ketat pada kompetisi musim ini. Kehadiran pemain asing dan senior membuat kesempatan bermain bagi Iksan menjadi sedikit terbatas.
“Karena memang Iksan Chan berposisi sebagai winger, dan sekarang kondisinya di posisi wing PSIM sudah ada pemain asing serta pemain-pemain senior lainnya,” jelasnya.
2. Peminjaman didasari ikatan kontrak jangka panjang

Razzi menambahkan keputusan peminjaman ini didasari oleh ikatan kontrak jangka panjang antara klub dan Iksan. Manajemen Laskar Mataram ingin memastikan talenta yang dimiliki Iksan bisa terus berkembang secara optimal di kompetisi kompetitif.
“Karena kita punya kontrak panjang dengan Iksan, kita yakin dengan potensinya bahwa suatu saat Iksan akan menjadi aset besar buat PSIM,” jelas Razzi.
3. Beri pengalaman berharga ke pemain muda
Bermain di tim lain, kata Razzi, diharapkan memberikan pengalaman berharga yang tidak didapatkan jika hanya berlatih tanpa bertanding.
“Jadi, demi keberlangsungan perkembangannya, baik sebagai pemain maupun secara pribadi, kami putuskan untuk meminjamkannya ke Liga 2,” katanya.
Razzi berharap Iksan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas individunya. Ia diharapkan kembali dengan performa lebih matang pada musim depan.
“Harapannya, dia mendapatkan menit bermain dan pelajaran di sana, serta intensitasnya tetap terjaga, sehingga ketika musim depan kembali ke PSIM, dia bisa lebih siap dan bisa bersaing dengan first team untuk memperebutkan skuad utama,” kata Razzi.















