Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Mulai Pimpin Latihan, Pieter Huistra Ungkap Alasan Terima Pinangan PSS

Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra (instagram.com/pssleman)
Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra (instagram.com/pssleman)
Intinya sih...
  • Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra, memulai sesi latihan untuk membawa tim bangkit dari zona degradasi Liga 1 2024/2025
  • Huistra menerima tawaran melatih PSS karena menganggapnya sebagai nama besar dan sebuah kehormatan
  • Latihan perdana diakui Huistra sebagai tantangan berarti dengan waktu singkat sebelum pertandingan melawan Malut United FC
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra mulai memimpin sesi latihan skuad Laskar Sembada di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (19/2/2025) sore. Latihan ini menjadi awal bagi Huistra untuk memenuhi target membawa PSS bangkit dari kekalahan beruntun dan ancaman degradasi di sisa 11 laga terakhir Liga 1 2024/2025.

1. Nama besar di sepak bola Tanah Air

Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra (kiri) (instagram.com/pssleman)
Pelatih baru PSS Sleman, Pieter Huistra (kiri) (instagram.com/pssleman)

Selepas memimpin latihan, Huistra mengungkap alasan dirinya menerima tawaran melatih PSS yang kini tengah terseok-seok di peringkat 17 klasemen sementara.

"Menurut sudut pandang saya pribadi, PSS Sleman adalah nama besar di sepak bola Indonesia. Seperti raksasa tidur yang menjadi salah satu tim tradisional di Indonesia. Sebuah kehormatan bagi saya menerima pekerjaan di sini. Selain hal tersebut, saya dalam posisi tidak melatih tim manapun kemudian hadir di sini," kata Huistra.

2. Segudang tantangan di waktu yang singkat

PSS kalah telak 6-2 kala bertandang menghadapi Arema FC di Stadion Soepriadi, Blitar. (Dok. Tim Media PSS)
PSS kalah telak 6-2 kala bertandang menghadapi Arema FC di Stadion Soepriadi, Blitar. (Dok. Tim Media PSS)

Latihan perdana diakui Huistra menjadi tantangan berarti ketika kompetisi menyisakan 11 pekan saja. Beragam hal pelatih berlisensi UEFA Pro itu ungkapkan dengan berbagai dinamika yang harus diselesaikan satu per satu secara simultan.

"Sebuah kesulitan yang hadir saat datang melatih di tengah perjalanan sebuah kompetisi. Kami hanya memiliki waktu singkat untuk mengenal para pemain, mengenal personil-personil yang ada di tim ini," kata Huistra.

"Kemudian pertandingan terdekat melawan Malut United FC juga siap menanti. Tidak ada pilihan selain harus melakukan lompatan besar dengan menjalankan intensitas latihan untuk meraih hasil yang mengesankan," sambung eks pelatih Borneo FC kelahiran Rotterdam, Belanda ini.

3. Mulai identifikasi masalah di PSS

Arema FC saat berjumpa PSS Sleman di Stadion Soepriadi Blitar. (Instagram/pssleman)
Arema FC saat berjumpa PSS Sleman di Stadion Soepriadi Blitar. (Instagram/pssleman)

Lebih lanjut, Huistra mengaku telah mengidentifikasi masalah yang membuatnya harus melakukan langkah-langkah cepat dan besar demi mengangkat prestasi PSS yang terpuruk. 

Baginya, langkah krusial untuk situasi ini adalah bekerja secara efektif, memberikan motivasi kepada tim demi mendulang poin penuh di setiap laga.

"Langkah awal dan sangat jelas, yakni menolak menjadi bagian dari tim zona degradasi. Tentunya kami harus lepas dari jeratan tersebut. Ke depannya 11 pertandingan telah menanti yang berarti 11 pertandingan penentuan," ujar Huistra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us