Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Mengenai laga dengan Semen Padang, menurut Mazola, sejumlah pemainnya sudah tak asing dengan kondisi dan atmosfer, mengingat mereka pernah main di SSA saat lawan Barito Putera di putaran pertama Liga 1.
"Dipilihnya Stadion Sultan Agung juga dengan berbagai alasan. Hal paling utama jelas karena jadwal yang bertabrakan dengan Persis Solo yang menggunakan Stadion Manahan," kata Manajer Event PSS, Rangga Rudwino.
Mengenai pertandingan tanpa kedatangan suporter, Rangga mengklaim pihak Manajemen maupun Panpel PSS telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bantul. Namun izin penyelenggaraan laga dengan kehadiran penonton belum bisa diperoleh.
"Sudah berkomunikasi dengan pihak keamanan dan juga Pemerintah Kabupaten Bantul. Hasilnya sungguh sangat kami sayangkan, PSS belum bisa menyelenggarakan pertandingan dengan penonton di Stadion Sultan Agung," beber Rangga.
"Kami mengucapkan terima kasih sekali atas antusiasme PSS Fans yang ingin mengawal PSS bertanding. Apalagi kita tahu kali ini laga digelar di Stadion Sultan Agung yang jaraknya sangat dekat. Namun hal tersebut kami pastikan belum bisa terwujud," sambungnya.
Sementara Ketua Panpel PSS, Yuyud Pujiarto mengajak seluruh PSS Fans untuk menghormati keputusan yang dibuat demi kelancaran laga. Pihaknya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bantul yang memberikan tempat bertanding untuk PSS.
"Kami mengimbau untuk PSS fans bisa menghormati keputusan yang sudah diambil oleh berbagai pihak. Tentu tidak mudah namun kali ini ada baiknya kita tetap menjalankan hal tersebut dan mendukung PSS dari rumah," pesan Yuyud.