Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mazola Mengaku Sedih, PSS Vs Semen Padang Digelar Tanpa Penonton

Mazola Mengaku Sedih, PSS Vs Semen Padang Digelar Tanpa Penonton
Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior. (Dok. Tim Media PSS)
Intinya Sih
  • Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior merasa sedih karena pertandingan tanpa penonton di Stadion Sultan Agung Bantul.
  • Mazola berharap renovasi Stadion Maguwoharjo segera selesai agar tim bisa bermain di kandang sendiri dan dekat dengan pendukungnya.
  • Manajer Event PSS, Rangga Rudwino mengklaim pihak Manajemen telah berkomunikasi dengan pihak keamanan dan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk izin penyelenggaraan laga dengan penonton, namun belum bisa diperoleh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior menilai keputusan akhir mengenai laga klubnya lawan Semen Padang FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, pada Minggu (26/1/2025), membuatnya merasa sedih. Pasalnya, pertandingan dipastikan tanpa kehadiran penonton atau suporter.

"Tentang pertandingan berikutnya, kami sangat sedih main tanpa penonton, apalagi kami punya penonton fantastis," kata Mazola, Rabu (22/1/2025).

1. Fanatisme suporter bikin laga lebih hidup

Pemain Persik Kediri saat melawan PSS Sleman. IDN Times/ istimewa
Pemain Persik Kediri saat melawan PSS Sleman. IDN Times/ istimewa

Mazola berpendapat, kehadiran penonton atau suporter di stadion akan membuat perbedaan saat pertandingan. Ia mencontohkan fanatisme suporter saat PSS bertandang ke markas Persik Kediri atau Persija Jakarta menjelang akhir putaran pertama Liga 1 2024/2025.

"Jadi situasi itu (tanpa penonton) susah buat kami. Pemain ke-12 kami, penonton, support kami, pasti dia bikin berbeda kalau mereka sudah ada di dalam pertandingan," kata Mazola. 

2. Tim tak sabar bermain di Maguwoharjo

Stadion Maguwoharjo saat direvitalisasi. (IDN Times/Paulus Risang)
Stadion Maguwoharjo saat direvitalisasi. (IDN Times/Paulus Risang)

Mazola berharap renovasi homebase PSS, Stadion Maguwoharjo segera dituntaskan, sehingga Laskar Sembada bisa bermain di kandang sendiri. Dengan bermain di homebase sendiri, tim juga bisa menjadi lebih dekat dengan pendukungnya.

"Saya pikir, dan saya support secepat mungkin memperbaiki lapangan stadion di sini (Maguwoharjo) bisa selesai, untuk kami bisa balik lagi main di kandang sendiri," ujarnya.

Menurut Mazola, bermain di Maguwoharjo akan membuat suporter lebih nyaman karena tak perlu jauh pergi ke luar kota untuk laga kandang seperti musim sekarang ini, PSS Sleman harus berbagi Stadion Manahan dengan Persis Solo.

"Mereka juga sudah capek itu disusahin harus pergi ke sana buat mendukung kami," katanya.

 

3. Gagal kantongi izin buat penonton

Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Mengenai laga dengan Semen Padang, menurut Mazola, sejumlah pemainnya sudah tak asing dengan kondisi dan atmosfer, mengingat mereka pernah main di SSA saat lawan Barito Putera di putaran pertama Liga 1.

"Dipilihnya Stadion Sultan Agung juga dengan berbagai alasan. Hal paling utama jelas karena jadwal yang bertabrakan dengan Persis Solo yang menggunakan Stadion Manahan," kata Manajer Event PSS, Rangga Rudwino.

Mengenai pertandingan tanpa kedatangan suporter, Rangga mengklaim pihak Manajemen maupun Panpel PSS telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bantul. Namun izin penyelenggaraan laga dengan kehadiran penonton belum bisa diperoleh.

"Sudah berkomunikasi dengan pihak keamanan dan juga Pemerintah Kabupaten Bantul. Hasilnya sungguh sangat kami sayangkan, PSS belum bisa menyelenggarakan pertandingan dengan penonton di Stadion Sultan Agung," beber Rangga.

"Kami mengucapkan terima kasih sekali atas antusiasme PSS Fans yang ingin mengawal PSS bertanding. Apalagi kita tahu kali ini laga digelar di Stadion Sultan Agung yang jaraknya sangat dekat. Namun hal tersebut kami pastikan belum bisa terwujud," sambungnya.

Sementara Ketua Panpel PSS, Yuyud Pujiarto mengajak seluruh PSS Fans untuk menghormati keputusan yang dibuat demi kelancaran laga. Pihaknya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bantul yang memberikan tempat bertanding untuk PSS.

"Kami mengimbau untuk PSS fans bisa menghormati keputusan yang sudah diambil oleh berbagai pihak. Tentu tidak mudah namun kali ini ada baiknya kita tetap menjalankan hal tersebut dan mendukung PSS dari rumah," pesan Yuyud.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest Sport Jogja

See More