Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Mazola Komplain Lapangan Jelek usai Persik Vs PSS Berakhir Seri

Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Intinya sih...
  • Keluhan Pelatih PSS Sleman terkait kondisi lapangan Stadion Brawijaya, Kediri yang menggenang akibat hujan deras
  • Lapangan yang tidak optimal mengakibatkan permainan sulit bagi kedua tim dan tidak memungkinkan taktik atraktif dari PSS
  • Riko Simanjuntak bersyukur atas hasil imbang 0-0 dan berharap dapat meraih tiga poin di pertandingan berikutnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Brawijaya, Kediri yang jadi venue laga klub asuhannya kontra Persik Kediri, Minggu (19/1/2025). PSS dan Persik bermain imbang tanpa gol pada laga pekan ke-19 Liga 1 yang diwarnai hujan deras itu.

1. Bola tak meluncur, susah bangun serangan

Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Hujan deras yang mengguyur sepanjang jalannya pertandingan membuat kondisi lapangan menggenang, sehingga kedua tim tak bisa bermain optimal.

Bola seringkali tak bisa meluncur secara sempurna karena genangan air. Para pemain nampak kesulitan membangun serangan dan kerap mengandalkan umpan-umpan lambung.

Bahkan, barisan belakang hingga tengah kedua tim cenderung mencoba peruntungan dengan asal membuang bola langsung ke depan ketika si kulit bundar mengarah ke area pertahanan mereka.

2. Tak pantas dipakai untuk Liga 1

Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior. (Dok. Tim Media PSS)
Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior. (Dok. Tim Media PSS)

Merespons jalannya laga, Mazola menegaskan jika kualitas lapangan macam ini tak selayaknya dipakai sebagai venue kompetisi kasta teratas liga sepak bola profesional di Indonesia.

"Jadi para pemain itu tidak bisa main bola, kalau Liga Indonesia mau jadi top league di Asia dia tidak boleh izinkan ada main di lapangan seperti ini. Jadi kita sangat sangat hargai Kediri, itu klub besar, bagus, jadi stadion ini tidak bisa terima pertandingan dari Liga 1 lagi, harus ganti," kata Mazola, Minggu.

"Jadi permainan itu jadi sulit tadi, jadi mainnya itu main di atas air daripada main kaki ke kaki bola," sambungnya.

3. Taktik sulit jalan, puji determinasi pemain

Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Laga Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Padahal, lanjut Mazola, gelandang Skuad Super Elang Jawa yang sekarang juga sudah lebih kreatif. Ia sudah menerapkan taktik, sehingga PSS bisa bermain atraktif menyerang usai memasukkan Riko Simanjuntak, Hokky Caraka serta Marcelo Cirino di babak kedua.

Bagaimanapun, klaim Mazola, kondisi lapangan yang justru semakin parah di babak kedua tak memungkinkan buatnya untuk memetik hasil positif dari taktiknya tersebut.

"Tapi, selamat buat pemain saya, sangat sangat susah kalau kita main di lapangan seperti ini. Pemain saya berani dan lakukan yang saya minta, jadi kita dapat satu poin dan lawan tim yang tangguh seperti Kediri, luar biasa pemain kita," pungkas Mazola.

Sementara itu, Riko Simanjuntak yang debut untuk PSS pada laga ini bilang, penampilan sore hari ini telah menunjukkan daya juang serta determinasi tinggi ia dan kolega, terlepas dari kondisi lapangan tadi.

"Tapi tentu kita sangat bersyukur untuk dapat hasil satu poin dari kandang Kediri ini, tentunya kita agak tersenyum sedikit dan semoga nanti di pertandingan berikutnya kita bisa mendapatkan tiga poin," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us