Laga Tandang di Padang, Kas Hartadi Targetkan Curi Poin

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Yogyakarta bakal melawan Semen Padang di babak 12 besar Liga 2 pada Sabtu (6/1/2023) di Padang. Jelang laga tersebut pemain Laskar Mataram menjalani atihan terakhir di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (2/1/2023).
Pertandingan melawan Semen Padang FC ini menjadi pertandingan pertama di babak 12 besar bagi PSIM Jogja. Dalam pertandingan yang dijadwalkan pada 6 Januari kelak ini, Pelatih Kepala PSIM Kas Hartadi menargetkan anak asuhnya bisa mencuri poin untuk dibawa pulang ke Yogyakarta.
“Harapannya di Padang minimal curi poin,” kata Kas Hartadi.
1. Pemain PSIM sudah dibekali latihan fisik dan mental

Kas Hartadi menambahkan jelang laga tandang ke Padang, pemain sudah dibekali dengan latihan mental, fisik, maupun taktik.
“Kita sudah antisipasi dengan permainan Semen Padang yang penting kita tetap bermain dengan cara kita sendiri. Bekalnya tinggal optimis, percaya diri, dan bismillah. Biar Tuhan dengar,” ujarnya.
2. Pemain diberi porsi latihan bola mati

Latihan terkahir kali ini terbuka dan disaksikan oleh para suporter PSIM. Bagi Kas Hartadi, kedatangan para pendukung merupakan hal yang positif bagi para pemain.
“Ya bagus. Kita mau berangkat ada dukungan dari para suporter. Menambah semangat para pemain,” kata Kas dikutip laman resmi klub, Rabu (3/1/2023).
Kas Hartadi memfokuskan pada penjagaan kondisi dan latihan set piece atau bola mati di latihan terakhir tersebut
“Sore ini kita jaga kebugaran karena kemarin habis pada tahun baru kita liburkan. Selain itu kita selipkan dengan set piece juga. Antisipasi set piece dan kita set piece. Terakhir itu,” kata Kas.
3. Sebanyak 6 pemain terpaksa ditinggal di Jogja

Mantan Pelatih Dewa United itu juga menyampaikan perihal perkembangan anak asuhnya. Menurutnya, skuad PSIM Jogja sudah siap untuk menghadapi pasukan asuhan Delfiadri.
“Perkembangan kita baik, sudah siap tandang ke Padang,” jelasnya.
Dalam lawatan menghadapi Kabau Sirah, julukan Semen Padang, PSIM akan membawa 26 penggawanya. Sebanyak enam orang pemain ditinggal di Yogyakarta.
“Sendri, Komang, Sheva, Samuel, Krisna, dan Arya. Selain itu sudah siap,” kata Kas.