Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Komentar Mazola Usai PSS Kalah Lawan Persita: 22 Peluang, hanya 1 Gol

Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior. (Dok. Tim media PSS)
Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior. (Dok. Tim media PSS)
Intinya sih...
  • PSS Sleman kalah 1-2 dari Persita Tangerang di Liga 1.
  • Lini depan PSS menciptakan 22 peluang, tapi hanya satu gol tercipta.
  • Mazola Junior menekankan perlunya penyelesaian akhir yang lebih tenang dan fokus dalam latihan berikutnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya kalah lawan Persita Tangerang pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (27/10/2024). Dalam laga itu, Laskar Sembada takluk 1-2 dari Pendekar Cisadane.

 

1. Ada 22 peluang, hanya satu berbuah gol

PSS Sleman vs Persita Tangerang di Stadion Manahan, Kota Solo. (Dok. Tim media PSS)
PSS Sleman vs Persita Tangerang di Stadion Manahan, Kota Solo. (Dok. Tim media PSS)

Banyaknya waktu dan peluang mengejar ketertinggalan, Mazola menilai anak-anak asuhnya tak pantas kalah lawan Persita.

Menurutnya, PSS tampil dominan dengan menciptakan beberapa peluang gol di depan gawang Persita hasil umpan akurat di lini tengah dan sayap. Namun, kurangnya ketenangan dalam penyelesaian akhir dari lini depan, membuat 22 peluang hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.

"Secara statistik, kami memiliki 22 kali upaya mencetak gol, tujuh tembakan tepat ke gawang dan kita hanya bisa cetak satu gol," kata Mazola.

"Tercatat 12 kali sepak pojok yang kami hasilkan dari serangan ke gawang Persita. Sayang kita hanya bisa cetak satu gol dan melewatkan kesempatan emas melalui tendangan penalti," imbuh Mazola.

2. Konsistensi dan ketenangan eksekusi peluang

Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior memberikan instruksi ke para pemain saat sesi latihan. (Dok. Tim Media PSS)
Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior memberikan instruksi ke para pemain saat sesi latihan. (Dok. Tim Media PSS)

Kata Mazola, PSS telah melakukan usaha terbaik dengan kerja kerasnya, namun penyelesaian akhir adalah kunci agar tim bisa tampil maksimal di laga berikutnya.

Konsistensi dan ketenangan dalam mengeksekusi peluang, menurut Mazola harus lebih ditingkatkan melalui sesi latihan berikutnya.

"Pemain harus lebih fokus dan tenang di depan gawang. Kami harus kerja keras untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga di laga-laga berikutnya kami bisa mencetak gol lebih banyak dari situasi dan kesempatan yang ada," ungkapnya.

3. Gelandang soroti peluang cetak gol di depan mata

PSS Sleman imbang lawan Bali United dalam pertandingan Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (16/9/2024). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
PSS Sleman imbang lawan Bali United dalam pertandingan Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (16/9/2024). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Hal senada juga diutarakan gelandang PSS, Paulo Sitanggang. Mantan pemain Barito Putera ini meyakini kekalahan dari Persita ini menjadi pembelajaran agar bermain lebih apik pada pertandingan berikutnya.

"Saya pikir semua pasti kecewa dengan hasil pertandingan hari ini. Kami memiliki peluang banyak tidak hanya dari sebelah sisi kiri atau kanan, bahkan di depan gawang ada peluang bersih namun tidak bisa menjadi gol," terangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us