Kisah Figo Dennis Gelandang Muda Pinjaman PSIM, Berusia 18 Tahun

- PSIM Yogyakarta juara Liga 2 Indonesia 2024/2025, naik ke Liga 1
- Figo Dennis Saputrananto berkontribusi sebagai pemain pinjaman PSIM
- Kontrak Figo hanya satu musim, namun memberikan warna bagi kesuksesan PSIM
PSIM Yogyakarta menorehkan tinta emas. Tim berjuluk Laskar Mataram dengan warna kebesaran biru ini berhasil meraih gelar juara Liga 2 Indonesia 2024/2025. Hasil itu sekaligus mewujudkan mimpi PSIM untuk naik kasta ke kompetisi elite Liga 1.
Selain itu, kisah manis juga ditorehkan salah satu pemain PSIM, yaitu Figo Dennis Saputrananto. Gelandang muda berusia 18 tahun ini berkontribusi membawa Laskar Mataram keluar sebagai kampiun saat dirinya berstatus pemain pinjaman PSIM dari Persija Jakarta U-20 untuk mengarungi Liga 2 2024/2025.
1. Berstatus pemain pinjaman dari Persija Jakarta U-20

Sayangnya, Figo Dennis tidak akan memperkuat PSIM Yogyakarta dalam jangka waktu lama. Kontrak kerjanya di PSIM hanya berlangsung semusim kompetisi sampai Juni 2025.
Selain Figo Dennis, PSIM mendatangkan satu pemain pinjaman lain dari Persija U-20. Laskar Mataram meminjam Arlyansyah Abdulmanan, winger berusia 19 tahun andalan PSIM yang berkontribusi sebanyak empat gol dan dua assist dari 12 laga di Liga 2 2024/2025.
2. Kontribusi Figo Dennis untuk PSIM

Figo Dennis selama membela PSIM Yogyakarta di Liga 2 2024/2025, membukukan catatan delapan penampilan dengan total 182 menit bermain. Figo mendapat kesempatan empat kali tampil pada babak penyisihan serta empat kali tampil pada fase playoff promosi Liga 2.
Rapor performa Figo Dennis memang tidak lebih baik dari Arlyansyah Abdulmanan, namun kontribusi Figo dipastikan bernilai bagi tim Laskar Mataram. Peran Figo sebagai gelandang muda dinilai memberikan warna di balik kesuksesan PSIM di Liga 2 2024/2025.
3. Sempat menemukan kesulitan

Lika-liku perjuangan pernah dirasakan Figo Dennis saat awal bersama PSIM Yogyakarta. Pemain yang lahir 28 April 2006 ini mengaku sempat mengalami kesulitan di awal kedatangannya.
"Waktu di PSIM ini ada saatnya ketika pertandingan atau latihan, saya enggak menemukan feeling saya yang sebenarnya. Jadi kayak sempat pada putaran pertama itu berjuang sendiri," ujar Figo, dikutip laman resmi klub PSIM.
Untungnya, Figo Dennis mulai percaya diri. Motivasinya meningkat ketika kursi pelatih PSIM yang diisi Seto Nurdiantoro diganti Erwan Hendarwanto pada pertengahan musim Liga 2 2024/2025. Peralihan Erwan sebagai pelatih caretaker PSIM inilah yang menjadi titik kebangkitan mental Figo.
"Waktu itu Coach Erwan sempat makan malam di mess. Katanya masih muda, tingkatkan terus. Kesempatan tidak hanya di sini saja, masih banyak waktu untuk belajar. Itu bikin saya termotivasi," tambahnya.
4. Terkesan menjadi bagian dari sejarah PSIM

Sadar dirinya tidak bertahan lama di PSIM Yogyakarta, Figo mempunyai kenangan selama memperkuat tim Laskar Mataram juara Liga 2 2024/2025.
"Yang bakal saya kangenin dari kebersamaan PSIM dan dukungan dari senior-senior semuanya. Di sini kebetulan semuanya benar-benar mendukung. Jadi, enggak ada yang iri satu sama lain gitu," kata pemain kelahiran Probolinggo, Jawa Timur tersebut.
Figo Dennis memberikan pesan manis kepada seluruh pihak di PSIM. Ia tidak akan melupakan kenangan saat berjuang bersama.
"Pesan buat teman-teman semua, terima kasih buat semuanya, yang senangnya, yang enggak enaknya. Kami juga sempat banyak kalah juga dari yang lain. Terima kasih rasa semangatnya juga. Rasa pengin berjuangnya itu. Kebersamaan di mess ataupun pas lagi away ," ungkap Figo Dennis.
5. Keinginan Figo Dennis untuk dirinya

Figo Dennis mengetahui gelar juara Liga 2 2024/2025 menjadi prestasi sangat berharga bagi PSIM Yogyakarta. Sebab, berbarengan dengan keberhasilan promosi ke Liga 1, ini adalah mimpi tim sejak lama. Figo membuat harapan positif menjelang era baru PSIM di kompetisi elite tersebut.
"Harapannya, untuk PSIM kan udah Liga 1. Semoga PSIM bisa terus bertahan di Liga 1 dalam waktu yang lama. PSIM semoga bisa terus berkembang dan juga bisa mencapai apa yang menjadi target PSIM," tegasnya.
Selain itu, Figo Dennis turut membuat harapan untuk kebaikan dirinya sendiri. "Semoga saya bisa terus mengembangkan diri. Bisa konsisten yang paling penting sebagai pemain bola dan bisa selalu disiplin. Di mana pun nanti klubnya, semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan bisa mendapatkan menit bermain yang banyak," tutup Figo Dennis.
Kisah perjalanan karier Figo Dennis bersama PSIM Yogyakarta memberi banyak pelajaran bernilai. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi pemain sepak bola lainnya untuk mendulang prestasi.