Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Kemenangan PSIM Jogja Atas Malut United Dibayar Mahal

Kiper PSMS, Sendri Johansah (instagram/official_psmsmedan)
Kiper PSMS, Sendri Johansah (instagram/official_psmsmedan)

Yogyakarta, IDN Times - Kemenangan PSIM Jogja atas Malut United membawa tumbal. Bhudiar M. Riza dan Sendri Johansah mengalami cedera saat melawan Malut United FC beberapa waktu lalu.

Menurut Dokter Tim PSIM Jogja, Rudolf Noer, kemenangan atas Malut United menjadi kemenangan yang mahal. Pasalnya, kedua pemain PSIM itu mengalami cedera parah.
Rudolf Noer menjelaskan pada kasus Sendri, penyebab utama cedera bukan dikarenakan kontak langsung dengan Derrick Sasraku. Ketidaktepatan kaki Sendri saat mendarat setelah duel udara menjadi faktor utama tersebut.

“Sebenarnya benturannya di kepala, namun karena tubrukan itu Sendri tidak bisa mendarat dengan sempurna. Karena pendaratan tidak sempurna tersebut, muncul cedera di kaki. Bagian paling sakit dirasakan di lutut bagian kanan,” kata Rudolf.

 

 

1. Dokter tim soroti permainan pemain asing lawan

Ilustrasi pemain sepak bola (Pexels.com/RF_Studio)
Ilustrasi pemain sepak bola (Pexels.com/RF_Studio)

Menurut Rudolf, dalam kejadian yang dialami Bhudiar, penyebab utama cedera yang dialaminya karena ia dilanggar oleh pemain Malut United FC, Mukhammad Isaev. Sayangnya, oleh wasit Isaev hanya diganjar kartu kuning.

“Bhudiar dilanggar oleh pemain lawan. Kaki pemain lawan tersebut mengenai bagian tengah tulang kering. Dengan posisi seperti itu, kaki Bhudiar menekuk ke dalam,” kata Rudolf.

Bhudiar bahkan cerita pada Rudolf bahwa saat itu dari kakinya muncul bunyi. Meskipun begitu, Bhudiar masih ngotot. Dia berpikir bahwa ini tidak akan parah. Namun saat mencoba berdiri, dia roboh lagi.
Rudolf menyorot permainan pemain asing tersebut. Baginya, apa yang dilakukan Isaev masuk dalam kategori berbahaya.

2. Pemain PSIM mengalami robekan pada ACL

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Rudolf menambahkan kedua pemain PSIM itu kemudian diantar ke RS EMC Tangerang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Atas saran dari dokter IGD dan ortopedi, Bhudiar dan Sendri dilakukan pemeriksaan penunjang dengan metode MRI,” ujarnya.

Berdasarkan analisis sementara, kedua pemain mengalami robekan pada ACL. Namun Bhudiar sendiri kemungkinan lebih parah karena ada masalah pada meniskusnya. Menurutnya hasil pemeriksaan ini belum dipastikan akurat dan masih dugaan sementara.

“Hasil MRI memang sudah dikonsultasikan pada dokter ortopedi RS EMC, namun karena pasien belum bertemu dokter langsung, belum bisa diambil keputusan pastinya. Karena memang ada beberapa tanda ACL yang belum jelas apabila belum diadakan pemeriksaan langsung,” terang Rudolf.

3. Sejumlah pemain PSIM dalam tahap pemulihan cedera

Dokter tim PSIM Jogja, Rudolf Noer Addien Binanda Putra.(psimjogja.id)
Dokter tim PSIM Jogja, Rudolf Noer Addien Binanda Putra.(psimjogja.id)

Rudolf menjelaskan kedua pemain dijadwalkan akan bertemu dokter ortopedi RSA UGM pada Kamis (5/10/2023). “Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana cedera yang dialami kedua pemain,” ujarnya.

Sejak mengalami cedera, kedua pemain sudah mendapatkan terapi penanganan awal cedera. Dokter tim juga berkoordinasi dengan fisioterapis untuk menjaga agar otot pemain yang mengalami cedera tetap dalam kondisi baik.

Selain Bhudiar dan Sendri, ada beberapa pemain PSIM Jogja lain yang masih dalam masa pemulihan cedera. Pemain tersebut adalah Jajang Sukmara dan Wahyu Tri Nugroho. Meski telah membaik, kedua pemain belum bisa dipastikan kapan merumput kembali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us