PSIM Jogja Bawa Pulang Poin Penuh dari Kandang Malut United

- Pertandingan sengit sejak awal, PSIM Jogja menekan dan menciptakan peluang, namun babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
- Nermin Haljeta dan Savio Sheva mencetak gol di babak kedua, memastikan kemenangan 0-2 untuk PSIM Jogja.
- Pelatih Van Gastel menyoroti pemanfaatan bola servis sebagai kunci kemenangan, serta perbaikan penguasaan bola pada babak kedua.
Yogyakarta, IDN Times – PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Malut United FC. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (30/8/2025) malam, berakhir dengan skor 0-2 untuk Laskar Mataram.
Kedua gol PSIM tercipta pada babak kedua melalui Nermin Haljeta dan Savio Sheva. Hasil ini membuat tim asuhan Jean-Paul Van Gastel pulang membawa poin penuh dari Ternate.
1. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal

Sejak peluit awal, PSIM Jogja langsung tampil menekan. Peluang cepat datang di menit pertama lewat tendangan Ze Valente, namun bola masih membentur tiang gawang.
Jual beli serangan terjadi hingga jeda paruh waktu, membuat tensi laga memanas. Meski begitu, babak pertama ditutup dengan skor imbang tanpa gol.
2. Nermin dan Savio pecahkan kebuntuan di babak kedua

Memasuki babak kedua, PSIM akhirnya memecah kebuntuan. Nermin Haljeta mencetak gol di menit ke-69 berkat assist Pulga Vidal yang memanfaatkan tendangan bebas Ze Valente.
Empat menit kemudian, giliran Savio Sheva menggandakan keunggulan lewat golnya di menit ke-73. Skor 0-2 bertahan hingga laga usai meski pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
3. Van Gastel sebut bola service jadi kunci kemenangan

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan kemenangan timnya ditentukan oleh pemanfaatan bola servis. “Kunci kemenangan hari ini adalah para pemain bisa memenangkan servis, dengan duel bola second ball. Kita memanfaatkan untuk mencetak gol dari servis,” tegasnya.
Van Gastel juga menyoroti pentingnya penguasaan bola. “Saya sangat senang terhadap penguasaan bola tim, karena di Belanda juga seperti itu bermainnya. Saya menekankan kepada pemain untuk menguasai bola dengan bagus, tidak kehilangan di tengah permainan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memberi catatan terkait babak pertama. “Di babak pertama, penguasaan bola kami sangat pelan dan intensitasnya tidak tinggi. Itu yang dimanfaatkan Malut untuk transisinya,” jelasnya.
Perbaikan dilakukan pada jeda pertandingan. “Di babak kedua kita memperbaiki. Kita menguasai bola dan mencetak gol,” pungkas Van Gastel.