Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Jeda Liga 1, PSS Tingkatkan Penguasaan Bola dan Permainan Cepat

Logo PSS Sleman (Pssleman.id)
Logo PSS Sleman (Pssleman.id)
Intinya sih...
  • PSS Sleman berkomitmen memperbaiki performa tim dan strategi untuk keluar dari dasar klasemen Liga 1 2024/2025.
  • Achmad Zidan Ar Rosyid, pemain muda PSS, mengungkapkan latihan skuad Super Elang Jawa untuk meningkatkan penguasaan bola dan permainan cepat.
  • Zidan berharap mendapatkan lebih banyak menit bermain di laga-laga mendatang untuk mempertajam kemampuannya dan membantu PSS meraih kemenangan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - PSS Sleman tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya demi mendongkrak performa tim dan keluar dari dasar klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Selama jeda kompetisi, pemain dan tim pelatih, hingga manajemen berkomitmen penuh memperbaiki sejumlah aspek permainan dan strategi.

1. Tingkatkan penguasaan bola dan latihan permainan cepat

PSSI panggil 2 pemain U-17 PSS Sleman, Achmad Zidan Arrosyid dan Muhammad Afazriel (pssleman.id)
PSSI panggil 2 pemain U-17 PSS Sleman, Achmad Zidan Arrosyid dan Muhammad Afazriel (pssleman.id)

Achmad Zidan Ar Rosyid, salah satu pemain muda PSS menyebut, skuad Super Elang Jawa menjalani latihan untuk meningkatan penguasaan bola dan permainan cepat.

Latihan diawali dengan skema enam lawan tiga yang dimaksudkan untuk mengasah sentuhan pertama, pergerakan tanpa bola, dan pemahaman posisi. Semuanya guna meningkatkan kemampuan operan dalam situasi tertekan serta meningkatkan daya reaksi para pemain.

"Dalam skema tersebut, kami lebih berfokus bagaimana melakukan penguasaan bola dengan benar sesuai arahan pelatih. Hal ini agar PSS bisa bermain lebih baik ke depannya dan tentu saja meraih kemenangan," kata pemain jebolan PSS Development Center itu.

 

2. Perbedaan atmoster permainan Liga 1

PSS Sleman vs Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2024). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
PSS Sleman vs Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2024). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Zidan turut berbagi perspektifnya tentang perkembangan dirinya sejak debut bermain musim ini bersama tim utama PSS. Pemain bernomor punggung 16 itu berujar, debutnya musim ini membantunya memahami lebih mendalam tentang intensitas kompetisi di Liga 1. Dia menyadari perbedaan besar saat bermain di tim muda dan tim utama, khususnya dalam hal kecepatan permainan, kekuatan fisik, dan tuntutan taktik.

"Setelah menjalani debut pertandingan, banyak aspek yang perlu saya perbaiki seperti pengambilan keputusan, taktik dan peningkatan kemampuan fisik yang harus terus berkembang. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan berkembang," imbuhnya.

Zidan mengutarakan ambisinya untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di laga-laga mendatang. Dia merasa kesempatan bermain di kompetisi resmi akan menjadi pengalaman emas untuk mempertajam kemampuannya dan menunjukkan potensinya di hadapan pelatih.

"Menurut saya, perkembangan secara pribadi cukup baik namun saya harus lebih intens bekerja keras. Saya juga harus bisa konsisten agar bisa mendapatkan menit bermain lagi di laga-laga selanjutnya," pungkasnya.

3. PSS berada di urutan dasar klasemen sementara

PSS Sleman dipermalukan Malut United dalam laga pekan ketujuh yang digelar di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2024) malam. (Instagram/pssleman)
PSS Sleman dipermalukan Malut United dalam laga pekan ketujuh yang digelar di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2024) malam. (Instagram/pssleman)

PSS kini masih terjebak di dasar klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Fachruddin cs sejauh ini baru mengemas dua poin dari total tujuh laga yang dimainkan.

Musim ini bisa menjadi start terburuk PSS di Liga 1 setelah mengawali kompetisi dengan sanksi Komdis PSSI berupa pengurangan tiga poin di permulaan kompetisi. Dengan hasil minor itu, manajemen PSS menginisasi evaluasi besar-besaran terhadap Laskar Sembada dengan memanfaatkan jeda kompetisi hingga pertengahan Oktober 2024.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us