Sleman, IDN Times - PSS Sleman takluk dari Garudayaksa FC pada partai final Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam. Laskar Sembada kalah dalam laga yang berakhir dengan duel adu penalti.
Final Championship, PSS Sleman Kalah Adu Penalti Lawan Garudayaksa

1. Tertinggal dua gol di babak pertama
PSS bermain menekan sejak awal, melakukan serangan di menit ke-5. Namun tendangan Riko Simanjuntak ke arah gawang Garudayaksa FC bisa dimentahkan pemain belakang.
PSS terus menekan dari kedua sisi sayap di menit ke-13. Akan tetapi skema permainan yang dibawa Riko dan Terens Puhiri belum mampu membuahkan gol.
Pada menit ke-21, Garudayaksa mendapatkan peluang emas. Sepakan Christian Frydek masih bisa digagalkan oleh kiper PSS, Ega Rizky.
Semenit berselang, tim tamu berhasi unggul 1-0. Gol bermula dari umpan jauh ke lini belakang PSS yang disambut pemain muda Garudayaksa, Alfian. Sundulannya berhasil melewati Ega dan membuat timnya memimpin.
Pada menit ke-32, wasit menunjuk titik putih setelah mengecek VAR untuk pelanggaran yang terjadi di kotak penalti PSS. Everton Nascimento yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses melakukan tugasnya dengan tendangan panenka ke arah tengah.
PSS tak kenal lelah terus menekan Garudayaksa. Hanya saja beberapa peluang yang diciptakan Figo Dennis, Gustavo Tocantins maupun Frederic Injai belum berbuah gol. Hingga waktu turun minum, skor 2-0 bertahan untuk keunggulan Garudayaksa FC.
2. PSS samakan skor 2-2
Di babak kedua, pada menit ke-60, PSS akhirnya mampu memperkecil ketinggalan lewat gol Gustavo Tocantins yang mengubah skor menjadi 1-2. Tak hanya satu gol, Tocantins membobol kembali gawang Garudayaksa pada menit ke-76, tapi wasit memganulir gol karena posisi offside.
Drama terjadi pada masa injury time. Tepat di menit ke-90+2, Gustavo Tocantins sukses mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 2-2 dan laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Selama dua babak ekstra time, kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Skor imbang 2-2 tetap bertahan hingga pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
3. Gustavo dan Kevin Gomes gagal penalti
Pada babak tos-tosan, eksekutor pertama Garudayaksa, Everton, gagal menjalankan tugas setelah tendangannya melambung di atas mistar. Sementara itu, penendang pertama PSS, Junior Haqi, berhasil membawa timnya unggul 1-0.
Garudayaksa menyamakan kedudukan lewat penalti Mandacingi yang bersarang di pojok kanan atas gawang. Pemain PSS, Kevin Gomes gagal menambah angka karena tendangannya berhasil ditepis kiper Yuwanto Beny.
Christian Frydek membawa Garudayaksa unggul 2-1 lewat eksekusi sukses pada giliran ketiga. Gol ini dibalas Irvan Mofu sehingga skor kembali imbang 2-2. Setelah itu, Dedi Tri Maulana membuat Garudayaksa kembali memimpin 3-2. Arda Alfareza lalu menyamakan skor menjadi 3-3, meski bola sempat mengenai kaki Yuwanto Beny sebelum masuk ke gawang.
Pada penentuan, Taufik Hidayat sukses menjalankan tugas sebagai algojo kelima Garudayaksa dan membawa timnya unggul 4-3. Sebaliknya, Gustavo Tocantins gagal mencetak gol setelah tendangannya diblok kiper Garudayaksa.
Hasil tersebut memastikan Garudayaksa menang 4-3 lewat adu penalti sekaligus keluar sebagai juara Championship Liga 2. Meski PSS Sleman harus puas menjadi runner-up, Super Elang Jawa dipastikan promosi ke Super League musim depan bersama Adhyaksa FC.