5 Stopper Andalan PSIM Yogyakarta di Liga 2 2024/2025

- PSIM Yogyakarta juara Liga 2 2024/2025 setelah mengalahkan Bhayangkara FC di final.
- Yusaku Yamadera menjadi bek andalan dengan 3 assist dari 23 penampilan di musim debutnya.
- Lucky Oktavianto, Sunni Hizbullah, Muhammad Fariz, dan Samuel Simanjuntak juga berkontribusi kuat dalam pertahanan PSIM.
PSIM Yogyakarta bakal berlaga di kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Di Liga 2 musim lalu, Laskar Mataram menampilkan catatan performa luar biasa. Puncaknya menjadi kampiun setelah mengalahkan Bhayangkara FC pada pertandingan final di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025).
PSIM Yogyakarta memiliki skuat solid sehingga membuat tim ini menjadi digdaya di Liga 2 2024/2025. Salah satunya melalui kontribusi apik para pemain di sektor pertahanan. Tim dengan julukan Laskar Mataram ini punya beberapa stopper alias pemain bertahan yang menjadi kunci juara kompetisi. Siapa saja mereka?
1. Yusaku Yamadera menjadi poros permainan di lini belakang PSIM

PSIM Yogyakarta tidak bertumpu kepada satu pemain bertahan di Liga 2 2024/2025. Akan tetapi, satu nama yang paling diandalkan adalah Yusaku Yamadera. Dia merupakan bek asing berkewarganegaraan Jepang yang didatangkan Laskar Mataram dari Nusantara United pada 14 Juli 2024.
Yusaku Yamadera langsung menunjukkan kapasitas terbaik pada musim debutnya bersama PSIM. Dia membuktikannya dengan mencatatkan 3 assist dari 23 penampilan atau waktu bermain sebanyak 2.052 menit di Liga 2 2024/2025. Yusaku tak pernah absen dan selalu menjadi starter untuk Laskar Mataram.
2. Lucky Oktavianto sebagai tandem Yusaku Yamadera

PSIM Yogyakarta menjadikan Lucky Oktavianto sebagai tandem Yusaku Yamadera di benteng pertahanan tim. Itu terbukti setelah Lucky juga tampil cukup impresif di Liga 2 2024/2025. Duet mereka menjadi palang pintu tangguh tim Laskar Mataram yang sulit ditembus lawan pada tiap pertandingan.
Rapor performa Lucky Oktavianto tergambar lewat catatan 1.030 menit bermain atau dalam 16 pertandingan di Liga 2 2024/2025. Bek senior kelahiran 5 Oktober 1993 ini hanya dua kali absen serta empat kali turun dari bangku cadangan bersama PSIM. Selain itu, Lucky Oktavianto berkontribusi lewat satu assist ketika PSIM mengalahkan Persiku Kudus 5-0 pada fase penyisihan, Minggu (20/10/2024).
3. Sunni Hizbullah adalah pelapis di posisi Lucky Oktavianto
Sunni Hizbullah adalah pemain pilihan kedua di lini pertahanan PSIM Yogyakarta. Lebih tepatnya, pemain berumur 31 tahun asal Sleman ini menjadi pelapis untuk posisi Lucky Oktavianto. Keduanya dipercaya untuk membangun soliditas yang kokoh bersama bek asing, Yusaku Yamadera.
Sunni Hizbullah punya kontribusi cukup apik dengan sumbangsih 1 gol dari 13 pertandingan (925 menit bermain) untuk PSIM. Menariknya, peran sang pemain tak tergantikan saat mengarungi babak playoff promosi Liga 2 2024/2025. Sunni Hizbullah bahkan dipercaya untuk mengenakan ban kapten tim kala itu.
4. Muhammad Fariz adalah bek sayap muda bertalenta besar

Muhammad Fariz menjadi andalan di sektor bek sayap kanan PSIM Yogyakarta. Buktinya, pemain muda berusia 20 tahun itu telah mengemas 12 penampilan dengan waktu bermain 865 menit di Liga 2 2024/2025. Fariz juga berjasa lewat 1 gol dan 1 assist kala membawa PSIM menang 3-1 atas Adhyaksa Farmel FC pada babak penyisihan kompetisi.
Hanya saja, Muhammad Fariz berstatus bukan pemain permanen dalam skuad PSIM di Liga 2 2024/2025. Itu dikarenakan dia baru didatangkan dengan skema pinjaman dari PSS Sleman pada 7 Agustus 2024. Oleh sebab itu, tim Laskar Mataram wajib memperjelas status Fariz jika masih membutuhkan jasanya lagi untuk menyongsong kompetisi musim depan.
5. Samuel Simanjuntak menjadi andalan di sektor bek sayap kiri
Samuel Simanjuntak menempati urutan terakhir dalam daftar ini. Keberadaannya cukup dibutuhkan di sektor bek sayap kiri PSIM Yogyakarta. Ini setelah eks Timnas Indonesia U-23 itu membukukan rapor cukup apik selama berkiprah di Liga 2 2024/2025.
Tercatat, pemain dengan nama lengkap Samuel Christianson Simanjuntak ini berhasil mencetak 2 assist dari 12 penampilan dengan waktu bermain 791 menit untuk PSIM. Rapor tersebut mengalahkan dua kompetitornya. Mereka adalah Edgard Amping dan Asyraq Gufron yang gagal tampil optimal di Liga 2 2024/2025.
Kelima pemain di atas menjadi kunci di balik ketangguhan lini pertahanan PSIM Yogyakarta di Liga 2 Indonesia 2024/2025. Akankah determinasi mereka kembali dibutuhkan tim Laskar Mataram untuk mengarungi Liga 1 musim depan?