Sleman, IDN Times – Demokrasi Indonesia tengah menghadapi tekanan serius hampir tiga dekade setelah reformasi bergulir. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, dalam agenda Konferensi Republik di University Club UGM, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, saat ini Indonesia berada di persimpangan jalan di tengah menguatnya gejala regresi demokrasi dan neo-otoritarianisme. Ia menyoroti berbagai tantangan demokrasi yang dinilai semakin kompleks dan bergerak secara senyap melalui jalur formal kenegaraan. “Demokratisasi mengalami tekanan yang tarik-ulur tak terhindarkan. Kita sedang menyaksikan fenomena regresi demokrasi dan kemunduran demokrasi,” ujar Arie.