Waktunya Pebisnis Jogja Gaet Investor, Meet The Investor Bakal digelar Mei

- Pelaku usaha Jogja dapat mudah mendapatkan pendanaan dari investor tanpa perlu repot ke luar kota.
- MTI #3 meluas cakupannya, tidak hanya untuk sektor teknologi dan startup, tapi juga UMKM, kriya, fashion hingga pariwisata.
- Jogja menjadi ekosistem investasi nasional dengan peserta dari berbagai daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Yogyakarta, IDN Times - Asosiasi Pengusaha Kreatif Jogja (APKJ) akan mempertemukan para pelaku usaha se-DIY dengan para investor dari berbagai daerah lewat gelaran Meet The Investor (MTI) #3.
Event ini rencananya diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada tanggal 23 dan 24 Mei 2026 mendatang.
1. Tak perlu repot jauh cari pendanaan
Ketua APKJ Ridha Perwira menjelaskan penyelenggaraan MTI #3 ini bertujuan agar lebih banyak investor masuk Jogja, sehingga pengusaha lokal tak perlu bersusah payah ke luar kota untuk mencari pemodal demi mengembangkan bisnisnya. "Kami bisa langsung dapat pendanaan kalau misalnya memang sesuai dengan keinginan para investor," kata Ridha.
Skema yang ditawarkan dalam MTI #3 ini adalah speed dating. Mneurut Ridha hal ini cukup menantang, karena setiap pengusaha yang lolos kurasi akan dipertemukan dengan 5 hingga 10 investor dalam satu meja.
Dalam momen itu, mereka hanaya memiliki waktu singkat untuk melakukan pitching atau presentasi bisnis untuk meyakinkan investor. "Potensinya tidak main-main. Pada gelaran sebelumnya, rentang investasi yang disiapkan para investor berada di angka Rp500 juta hingga tembus Rp100 miliar per bisnis," beber Ridha.
2. Cakupan meluas, karpet merah buat UMKM hingga pariwisata
Ketua Acara MTI #3 Ray Rezky Ananda menerangkan, terdapat sejumlah perbedaan dalam gelaran pada tahun ini. Kini, cakupannya tak sebatas sektor teknologi dan startup, tapi juga UMKM, kriya, fashion hingga pariwisata.
"Tahun ini jauh lebih inklusif. Kami ingin bisnis yang datang punya dampak sosial dan sustainability yang kuat bagi masyarakat," tegas Rezky.
Dia melihat talenta lokal memiliki kualitas tinggi, tapi masih membutuhkan dukungan modal agar dapat berkembang. Kolaborasi dengan investor diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
3. Jogja jadi ekosistem investasi nasional
Rezky mengatakan, peserta gelaran Meet the Investor tahun sebelumnya tak hanya dari DIY saja, tapi juga Kalimantan dan Sulawesi. Ini membuktikan bahwa Jogja telah menjadi ekosistem bagi investasi nasional.
Rezky berharap para pengusaha untuk segera mematangkan pitch deck serta memastikan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat. "Ini kesempatan emas agar ekonomi daerah maupun nasional bisa tumbuh dari talenta lokal," pungkasnya.

















