Vaksinasi Ribuan Lansia di UGM Selesai, Tak Ditemui KIPI Serius

Sleman, IDN Times - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan tidak menemukan adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) serius pasca vaksinasi COVID-19 massal tahap I, Minggu (21/3/2021).
“Hingga saat ini belum ada laporan KIPI serius dari peserta vaksinasi,” ungkap Wakil Rektor UGM Bidang SDM dan Aset, Prof. Bambang Agus Kironto pada Senin (22/3/2021).
Proses vaksinasi tersebut diikuti ribuan tenaga pengajar UGM dan lansia yang merupakan warga yang tinggal di sekitar UGM.
1. Hanya ditemui beberapa kasus KIPI ringan

Bambang menerangkan gajela yang ditemui hanyalah KIPI ringan, misalnya pusing atau sakit kepala. Menurutnya semua reaksi KIPI paska vaksinasi telah dipersiapkan prosedur penanganannya seperti observasi selama 30 menit usai vaksinasi.
“Ada laporan KIPI ringan yaitu pusing dan sudah bisa diatasi langsung di tempat oleh tim dokter,” katanya.
2. Beberapa lansia dengan tensi tinggi terpaksa tunda vaksinasi

Total 2.681 lansia yang diberikan vaksinasi, beberapa di antaranya terpaksa harus menunda lantaran faktor kesehatan. Beberapa di antaranya disebabkan tensi 180, suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius. Bagi yang gagal vaksin akan dijadwalkan menerimanya saat kondisi kesehatan telah membaik. Rencananya pelaksanaan vaksinasi yang tertunda akan dilaksanakan di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
“Kita buka kesempatan bagi lansia yang kemarin belum berhasil di vaksin untuk bisa menerimanya di RSA UGM,” terangnya.
3. Pemberian dosis kedua akan dilakukan pada 16-17 April

Usai vaksinasi dosis pertama selesai, rencananya pemberian vaksin dosis kedua akan diberikan 28 hari setelah vaksinasi dosis pertama. Rencananya akan diberikan dosis kedua pada tanggal 16 hingga 17 April 2021 di Ghra Sabha.

















