Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret--September 2022, antara lain pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III-2022 terhadap triwulan III-2021 sebesar 5,82 persen (year-on-year/yoy). Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan dengan kondisi enam bulan sebelumnya, di mana perekonomian DIY mengalami pertumbuhan sebesar 2,96 persen (yoy).
Kemudian, inflasi selama September 2021--September 2022 sebesar 6,81 persen. Sementara itu inflasi selama Maret--September 2022 sebesar 3,87 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2022 sebesar 98,06 persen, menunjukkan adanya penurunan sebesar 1,59 persen poin dibandingkan NTP bulan Maret 2022.
Selain juga faktor adanya penyesuaian harga BBM (Pertalite, Solar, dan Pertamax) pada tanggal 3 September 2022 (Keputusan Menteri ESDM Nomor 218.K/MG.01/MEM.M/2022), di mana Pertalite naik 30,72 persen, Solar naik 32,04 persen, dan Pertamax (non-subsidi) naik 16,00 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2022 sebesar 4,06 persen menunjukkan adanya kenaikan sebesar 0,33 persen poin dibandingkan Februari 2022. Peningkatan TPT terjadi di perkotaan sebesar 0,72 persen poin. Sebaliknya di perdesaan, TPT mengalami penurunan sebesar 0,88 persen poin.