Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tuntut Debat Cawapres Tanpa Capres, Ogoh-ogoh Dibakar di Depan KPU DIY

Tuntut Debat Cawapres Tanpa Capres, Ogoh-ogoh Dibakar di Depan KPU DIY
Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Sebuah pertunjukan budaya tarian disertai aksi bakar ogoh-ogoh atau boneka raksasa digelar di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY), Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (7/12/2023) siang.

Pertunjukkan ini digelar sebagai bentuk protes terhadap sikap KPU yang dinilai plin-plan menentukan format debat capres-cawapres Pilpres 2024.

1. Pipa asap meletus, ogoh-ogoh dilalap api

Ogoh-ogoh yang dibakar di depan kantor KPU DIY (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Ogoh-ogoh yang dibakar di depan kantor KPU DIY (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Pertunjukan ini digelar oleh kelompok budaya Patembayan Nusantara. Lewat aksi budaya ini, mereka mempertontonkan sekelompok hanoman yang beradu tari dengan perempuan berkebaya hitam di depan sebuah ogoh-ogoh.

Hanoman menggambarkan masyarakat yang mengingatkan ogoh-ogoh sebagai simbol unsur-unsur buruk dan harus diusir dari muka bumi.

Di akhir pertunjukan, ogoh-ogoh dibakar secara simbolis menggunakan sejumlah pipa asap. Sebagai penutup aksi, Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi diundang untuk menyalakan pipa asap di bawah ogoh-ogoh.

Akan tetapi, pipa asap malah meletus dan memicu api yang membakar habis ogoh-ogoh. Api baru dipadampkan ketika ogoh-ogoh menyisakan kerangkanya saja.

2. Debat cawapres tak ditemani capres

Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Agus Sunandar dari Patembayan Nusantara menuturkan, melalui aksi budaya ini pihaknya mengutarakan sederet tuntutan. Salah satunya menuntut KPU RI tetap menyelenggarakan debat cawapres tanpa didampingi capres layaknya gelaran Pilpres 2019 lalu.

"Ya, (tanpa didampingi capres) jadi ada debat khusus cawapres," kata Agus.

"Agar rakyat Indonesia dapat mengerti visi misi, karena cawapres juga tidak terlepas dari capres kan visi misinya. Cawapres ini juga menjadi pembantu presiden, sehingga kita harus tahu bagaimana kualitas cawapresnya, cara memimpin, mengoordinir, mengorganisir lembaga pemerintahan," sambungnya.

Pihaknya menilai, format debat cawapres yang beberapa kali diutak-atik mengindikasikan adanya upaya untuk menguntungkan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden.

Agus namun enggan paslon mana yang diuntungkan dengan sikap KPU tersebut. Ia mempersilakan masyarakat untuk menilai sendiri.

"Itu (banyak modifikasi format debat) menimbulkan kecurigaan rakyat. Patut diduga ini untuk kepentingan salah satu paslon," ujar dia.

3. Seni budaya jadi materi debat

Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Maka dari itu, lewat aksi budaya ini pihaknya meminta sekaligus mendukung agar KPU profesional dalam menyelenggarakan pemilu yang berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, serta adil (Luber Jurdil).

Agus secara tegas mengatakan pihaknya bakal memberikan tekanan lebih besar jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

"Kami akan memberikan pressure yang lebih besar," ungkapnya.

 

4. Seni budaya jadi materi debat

Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Aksi budaya dan ogoh-ogoh di depan kantor KPU DIY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Tuntutan lainnya dari Patembayan Nusantara adalah meminta KPU profesional dan independen sepanjang penyelenggaraan pemilu yaitu menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu materi debat capres-cawapres.

"Karena politik tanpa kebudayaan akan menjadi kering," katanya.

Tuntutan berikutnya, memfasilitasi TPS bagi mahasiswa luar daerah dan serta merekrut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bersih.

"Penyelenggaraan pemilu, sejuk, damai harus diawali netralitas dari penyelenggara pemilu," tandasnya.

Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi sementara menuturkan, debat capres atau cawapres adalah kewenangan KPU RI sebagai penentu formatnya.

Bagaimanapun, ia mengapresiasi masukan dan dukungan yang diberikan lewat aksi budaya Patembayan Nusantara kali ini. KPU, lanjutnya, sejak semula berkomitmen menjadikan pemilu tahun depan Luber Jurdil.

"Pemilu di Yogyakarta ini kita dorong berinterigtas, profesional, dan berbudaya," kata Shidqi.

Sebelumnya, KPU RI menyatakan debat capres-cawapres bakalan digelar sebanyak lima kali. Diputuskan bahwa debat capres dan cawapres Pilpres 2024 tidak digelar secara terpisah dalam lima kali penyelenggaraan.

KPU menyebut semua paslon akan hadir bersamaan. Walau begitu, tetap ada pembagian proporsi pada lima gelaran debat.

Dari lima kali debat tersebut, tiga di antaranya adalah debat antarcapres dan dua sisanya debat antarcawapres.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Algoritma Ubah Kondisi Komunikasi di Indonesia, Kualitas Informasi Menurun

28 Mei 2026, 22:28 WIBNews