Bupati Bantul, Suharsono (baju putih) kampanye di Pasar Turi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. IDN Times/Daruwaskita
Sementara Sekretaris Tim Pemenangan paslon nomor urut 2, Suharsono-Totok Sudarto, Darwinto mengatakan kampanye daring yang digagas KPUD dan Bawaslu Bantul pada tataran konsep sangat bagus di masa pandemik seperti saat ini. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan sangat sulit dilakukan bahkan sama sekali tidak efektif.
"Kampanye daring itu kan sasaran sudah jelas orang-orangnya (pendukung). Padahal kampanye untuk menarik orang yang belum punya pilihan untuk memilih paslon yang kita usung. Jadi kampanye daring ini hanya konsep di awang-awang saja," ungkapnya.
Darwin mencontohkan siswa yang sekolah secara daring pun saat ini sudah mulai bosan dengan sistem belajar daring. Di sisi lain kampanye secara daring juga boros bagi masyarakat karena harus mengeluarkan uang untuk beli kuota.
"Kampanye daring itu hanya untuk yang militan saja dan itu sangat tidak efektif untuk mendapatkan dukungan suara dari masyarakat yang belum menentukan pilihan. Apalagi harus keluar duit untuk beli kuota. Mana mau masyarakat keluar duit hanya untuk mendengarkan kampanye," terangnya.
Lebih jauh, Darwinto mengatakan selama masa kampanye ini, pihaknya tetap akan mengoptimalkan kampanye tatap muka dengan jumlah peserta yang dibatasi karena jelas lebih effektif. Selain itu perbanyak alat peraga kampanye agar masyarakat mengetahui visi dan misi paslon.
"Untuk kampanye daring ya kita hanya membuat konten-konten terkait paslon yang diunggah ke media sosial saja. Atau iklan ke media masa jika sudah diizinkan oleh KPUD atau Bawaslu Bantul," terangnya.